Tindakan bedah robotik telah diminati masyarakat. Data dari salah satu RS Swasta, RS Bunda Jakarta, hingga tahun 2014 telah 100 pasien menjalani tindakan ini. Tren ini setiap tahun akan terus meningkat. Seperti apakah tindakan robotik ini?

Pembedahan adalah merupakan salah satu langkah terakhir pengobatan medis. Perkembangan dunia pembedahan telah bertumbuh pesat seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi secara umum. Sistem komputerisasi dan teknologi medis yang canggih telah membantu para dokter untuk memberikan pengobatan yang semaksimal mungkin kepada pasiennya.

Pembedahan konvensional selalu berkonotasi dengan luka operasi yang besar, risiko operasi yang tinggi dan masa pemulihan yang lama. Paradigma ini secara bertahap telah dikurangi dengan adanya kemajuan dibidang Minimal Invasive Surgery (MIS). Pasien telah mendapatkan sejumlah keuntungan dengan luka operasi yang sangat kecil, diharapkan akan mempercepat masa pulih, sebagai contoh tindakan seperti Laparoskopi, Arthroscopy, Endoskopi, dan berbagai tindakan MIS lainnya.

MIS mempunyai keuntungan tetapi mempunyai banyak limitasi. Seorang ahli bedah memerlukan waktu yang lama untuk mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam melakukan tindakan MIS, terutama apabila menyangkut problem patologi yang cukup kompleks. Lapang operasi yang sulit terkadang tidak dapat di lakukan secara sempurna dikarenakan keterbatasan dan sudut gerak alat yang umumnya hanya mempunyai gerakan dua arah. Keterbatasan ini yang menyebabkan sering operasi menjadi kurang optimal dan manipulasi gerakan meningkatan rasa nyeri dan tingkat perdarahan yang lebih tinggi.

Pembedahan dengan teknik robotik telah berkembang sejak tahun 1990-an. Amerika Serikat penggunaannya sudah sangat rutin dilakukan pada berbagai jenis tindakan pembedahan seperti hysterectomy (angkat rahim), myomectomy (pengangkatan myoma), radical prostatectomy (operasi kanker prostat) dan lain sebagainya.

Pembedahan dengan teknik robotik ini tidak bisa di lakukan tanpa ada peran dari dokter bedah. Mesin ini tidak bisa bergerak sendiri dan harus sepenuhnya dikontrol oleh dokter bedah. Dengan kontrol dan artikulasi tangan dan jari dokter, tangan-tangan robot akan dengan leluasa bergerak seperti layaknya tangan dokter berada di dalam rongga operasi, seperti rongga abdomen. Dengan teknologi tiga dimensi, visualisasi yang dilihat ahli bedah akan terasa seperti layaknya sedang melakukan operasi langsung. Tingkat presisi yang tinggi memberikan informasi detail tentang patologi jaringan operasi yang dilakukan pembedahan. Pengangkatan tumor akan lebih tepat dan perdarahan akan sangat sedikit.

Jelas dr. Sita Ayu Arumi, SpOG, Koordinator Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery (ARMIS) rasa nyeri yang minimal dan pemulihan yang sangat cepat, menjadikan bedah robotic sebagai pilihan bagi pasien selama ini.

Menurutnya kondisi ini dikarenakan sedikitnya manuver dokter terhadap jaringan sekitar dan sedikitnya perdarahan. Ekstensi tangan yang dilakukan oleh mesin robot membantu dokter dalam menentukan jaringan yang perlu diobati dan jaringan sehat. Hal ini sulit dilakukan dengan tindakan pembedahan konvensional, dan pembedahan MIS.

RS Bunda Jakarta adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi bedah robotik ini dengan harapan, paradigma pasien tentang operasi dapat berubah, angka kesakitan paska operasi dapat berkurang dan presisi dan akurasi operasi akan lebih tinggi yang akhirnya berujung kepada hasil operasi yang optimal.

RS Bunda akan mempersiapkan bedah robotik untuk penanganan penyakit jantung keberadaan teknologi ini, juga bisa menjadi alternatif bagi pasien bedah yang ingin melakukan bedah robotic di luar negeri. Program ini telah berjalan dan beroperasi sejak Januari 2012 dengan mengkhususkan kepada berbagai macam disiplin ilmu sebut saja, kanker kandungan, bedah urologi, dan bedah digestive.

Beberapa pasien pertama telah melalui robotic surgery ini dengan hasil yang sangat baik. RS Bunda telah melakukan pelatihan para dokter yang tergabung dalam ARMIS team (Advanced Robotic and Minimal Invasive).

Pelatihan ini dilakukan di dalam dan di luar negeri seperti Singapura, Hongkong dan Korea. Para dokter ini adalah pakar dibidangnya masing masing yang akan menjadi pionir di bidang pembedahan menggunakan Robotic Surgery System ini.

Dengan metode ini diharapkan masyarakat Indonesia akan mempunyai pilihan di dalam negeri, dalam tindakan pembedahan robotik ini.

 

www.bunda.co.id
www.roboticsurgeryindonesia.com

Share
Leave a Reply