Sejarah

gedung_bundaRumah Sakit Bunda terletak dipojok antara Jalan Sutan Syahrir dan Teuku Cik Ditiro adalah Kompleks, terletak didaerah bergengsi “Menteng” Jakarta Pusat kira-kira satu kilometer ke Timur dari “Bundaran HI / Wisma Nusantara” inti berkembangan daerah gedung-gedung bertingkat di ibu kota Jakarta sejak tahun 1961.

Rumah Sakit Bunda berangkat dari praktek pribadi Pendiri, Dr. Rizal Sini SpOG yang waktu itu ditahun 1969 adalah pegawai negeri sipil, staf pengajar pada FKUI, harus mengakui bahwa sudah merasa perlu meninggalkan jabatannya dari Jalur karir pendidik (1980), barang kali calon guru besar. Penjelmaan praktek dokter spesialis Obstetri Ginekologi pribadi dengan mengajak rekanan juniornya waktu itu, menjadi Rumah Bersalin Bunda ditahun 1970-1972, Rumah Sakit Bersalin kecil yang akhirnya menjadi cikal bakal Rumah Sakit Bunda Jakarta dengan kompleks yang terlihat sekarang.

Rumah Sakit Bunda dengan ciri-ciri rumah sakit yang bertumbuh dalam tahapan waktu lama, “The Growing Hospital” terdiri dari 4 blok A,B,C dan D diatas tanah sekitar 6000 meter. Perencanaan berkelanjutan dan bertahap akhirnya dibagi dalam tahapan 5-10 tahun adalah strategi makro menuju pada peerluasan keluar “kompleks menteng”sejalan dengan kebijakan negara “desentralisasi” ditahun awal millennium 2000. Kegiatan kerjasama antara rumah sakit di daerah, aliansi rumah sakit 1992-2003, mendirikan rumah sakit umum di Depok, Bunda Margonda dan Akuisisi Rumah Sakit UmumRestu Ibu di Padang adalah rumusan perusahaan yang bertumbuh sehat, “laba untuk ekspansi bukan sekedar untuk dikonsumsi” demi berupaya dalam berperan serta dalam pembangan negeri.

Rumah Sakit Bunda Jakarta hari kelahirannya dianggap tanggal 27 Maret 1973 yang dikaitkan dengan kelahiran bayi pertama dirumah bersalin waktu itu ditolong oleh pendiri Rumah Sakit Bunda Jakarta adalah Dr. Rizal Sini SpOG. Rumah Sakit Bunda semula merupakan Rumah Sakit Bersalin yang bernaung dibawa ” Yayasan Bunda” (1972) dengan kapasitas 26 tempat tidur dewasa, 1 kamar operasi, 1 kamar bersalin, 1 kamar bayi dan 1 ruang kamar praktek/poliklinik.

Rumah Sakit Bunda dalam ekspansi kedalam tahun 1995 meresmikan bangunan Blok C, merupakan pengembangan poliklinik dan.Klinik Fertilitas Morula (KFM). Pada tahun yang sama dibuka fasilitas “NICU”, Neonatus Intensive Care Unit, yaitu kamar ICU untuk bayi dibawah pengawasan dokter spesialis anak dan tenaga perawat yang terdidik dan terlatih. Tahun 1996 peresmian “CDC”, Comprehensive Delivery Care suatu inovasi yang dikembangkan. CDC adalah ruangan persalinan terpadu yang terdiri dari 1 kamar bersalin, 1 ruang untuk pasien dan bayi/rooming in, 1 ruang tidur untuk suami/ruang keluarga dengan fasilitas hotel berbintang. Pada tahun yang sama Rumah Sakit Bunda Jakarta menambah fasilitas pelayanan klinik Gigi dan Klinik kulit. Tahun 1997 peresmian “Wing Balita” ruang Perawatn anak usia sampai dengan 5 tahun. Fasilitas terdiri dari 6 kamar Utama dan 1 kamar kelas 2 dengan 4 tempat tidur

Tahun 2000 penambahan fasilitas Bone densitometri dan Mamografi kebutuhan masa kini.Tahun 2003 peresmian bangunan Blok D yang terdiri dari 3 lantai, merupakan pengembangan dari klinik anak dan perawatan anak sampai dengan usia 10 tahun. Fasilitas di Blok D adalah 4 buah ruang praktek dokter anak, 1 ruangan terapi anak, 6 kamar perawatan anak kelas perdana dan 2 kamar perawatan anak kelas Utama, serta 1 lantai untuk ruang KIE (komunikasi informasi dan Edukasi) yang penggunaannya banyak diperuntuk bagi penyelenggaraan seminar-seminar dan pertemuan-pertemuan serta rapat-rapat intern managemen.

Dengan diresmikannya Blok D, maka fasilitas pelayanan untuk klinik anak bertambah dengan adanya klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Alergi pada anak Balita.

Tahun 2004 Rumah Sakit Bunda Jakarta mengembangkan “PICU” Perinatologi Intensive Care Unit yaitu kamar ICU untuk anak sampai dengan usia 10 tahun dengan kapasitas 4 tempat tidur dan tenaga dokter spesialis anak yang berpendidikan dan pengalaman internasional.

Rumah Sakit Bunda dalam ekspasi keluar diawal millennium 2000, Landasan Kelompok Rumah Sakit Bunda Indonesia, kerjasama tidak formal antara beberapa rumah sakit swasta ditahun 1992 telah membentuk kerjasama berbadan hukum, PT. Bunda Global Pertama, antara rumah sakit di Medan, Padang, Batam, Palembang, Jakarta dan Semarang dengan kegiatan usaha a.l. kordinasi kegiatan rumah sakit “Bunda Indonesia Hospital Alliance”, procurement kebutuhan bahan dan peralatan rumah sakit, “sharing” pengalaman dll. Tahun 2002, telah mengakuisisi salah satu rumah sakit di daerah, Rumah Sakit Umum Restu Ibu di Padang. Diawal tahun 2003 telah dimulai pula pembangunan RSU,Bunda Margonda, Depok dengan kekhususan, “Klinik Spesialis dan Rawat Sehari”, seperti protype yang telah direncanakan dan sedang dibangun di RSU.Restu Ibu Padang yang mudah-mudahan keduanya akan diselesaikan diawal tahun 2004.