12 Mar 2018
Maret 12, 2018

Aduh, Si Kecilku Terlambat Bicara

0 Comment

Anak Anda hanya mengucapkan sedikit kata, padahal ia sudah berusia dua tahun. Jika dibandingkan dengan anak tetangga, teman, dan saudaranya kok ketinggalan jauh. Lalu batas tolerasi yang dianggap normal seperti apa?.Keluhan terlambat bicara mungkin pernah Anda rasakan, dan berniat ke dokter anak. Masalah terlambat bicara sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua. Anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai kecepatannya masing-masing, dan ruang rentang batas normal cukup lebar untuk mengakomodasi variasi tersebut. Keterlambatan bicara pada balita cukup umum terjadi, dan merupakan tipe keterlambatan perkembangan yang paling sering terjadi. Secara umum, seorang anak dianggap mengalami keterlambatan bicara apabila perkembangan bicara anak cukup jauh di bawah normal dibandingkan anak sebayanya. Beberapa panduan perkembangan bicara normal sesuai usia dibawah ini mungkin dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan bicara si kecil:

Sebelum 12 bulan

Perhatikan apakah anak Anda mulai menggunakan suaranya untuk berinteraksi dengan lingkungan. Pada tahap awal akan dimulai dengan ocehan si kecil yang tidak bermakna. Saat usia sekitar Sembilan bulan, anak akan mulai merangkai bunyi-bunyian dan menyebut kata-kata seperti “mama” dan “papa”. Pada usia 12 bulan, anak akan mulai dapat mengenali nama benda-benda sederhana (botol, bola, dan lain-lain).

Usia 12-15 bulan

Anak pada usia ini akan memiliki variasi bunyi yang bertambah pada ocehannya (seperti p, b, m, d, atau n), si kecil juga akan mulai menirukan suara atau katakata yang disebutkan oleh keluarganya, dan mulai dapat menyebutkan kata tambahan selain “mama” dan “papa”. Si kecil pada usia ini juga akan mulai memahami dan menjalankan perintah sederhana (“Tolong pegang bolanya”, dan lain-lain).

Usia 18-24 bulan

Sebagian besar balita dapat menyebutkan sampai 20 kata pada usia 18 bulan, dan lebih dari 50 kata pada usia dua tahun. Di usia dua tahun si kecil juga mulai dapat merangkai kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata, seperti “bayi nangis” atau “papa pergi”. Pada usia ini juga anak akan mulai mengenali benda-benda yang umum, mengenali wajah pada foto, dapat menunjuk mata, telinga, atau hidung jika diminta, serta dapat mengikuti perintah dua tahap (contohnya: “Tolong ambilkan mainan itu, dan kasihkan ke mama”).

Usia 2-3 tahun

Bicara anak akan sangat meningkat pada usia ini, si kecil juga mulai dapat menggabungkan tiga kata atau lebih menjadi satu kalimat. Pemahaman anak terhadap percakapan juga akan meningkat, seperti perbedaan besar dan kecil, atas dan bawah. Berbagai faktor penyebab masalah kemampuan bicara, yakni:

  • Masalah fisik, seperti struktur mulut (lidah, bibir, rongga mulut), misalnya: bibir sumbing, tali lidah yang pendek, kelainan rahang dan gigi, serta kelainan lainnya.
  • Paparan terhadap lebih dari satu bahasa, yang terutama akan menyebabkan keterlambatan pada balita.
  • Kelemahan atau gangguan koordinasi otot yang terlibat dalam bicara. Kondisi neurologis yang mendasari keterlambatan perkembangan.
  • Gangguan pendengaran, mungkin disebabkan oleh infeksi telinga, obat-obatan, cedera, atau kelainan genetik.
  • Faktor lingkungan. Kurang stimulasi atau contoh bicara yang tidak benar.

Terapi

Jika Anda curiga buah hati mengalami keterlambatan bicara maupun bahasa, sebaiknya didiskusikan sedini mungkin saat kunjungan rutin dengan dokter, karena cukup sulit untuk Anda membedakan apakah perkembangan si kecil sekarang masih dalam batas normal atau sudah membutuhkan bantuan dari tenaga profesional. Konsultasi dengan ahlinya seperti dokter anak, dokter rehabilitasi medik, atau terapis wicara akan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi si kecil. Kalau memang didiagnosa buah hati Anda mengalami lambat bicara, tak perlu khawatir. Terapi terhadap si kecil yang lamban bicara perlu identifikasi yang jelas. Karena tidak ada intervensi yang terbaik semua anak, terapi disusun secara khusus untuk masing-masing anak sesuai permasalahan yang mendasari keterlambatan bicaranya. Intervensi dini dapat mempercepat perkembangan bahasa anak secara keseluruhan dan memberikan hasil fungsional jangka panjang yang baik. Dalam intervensi, keterlibatan orangtua sangat penting dan merupakan satu kesatuan dalam perkembangan bicara dan bahasa. Orangtua dapat melihat dan belajar terlibat dalam proses terapinya. Tanyakan kepada dokter atau terapis hal-hal apa yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu proses terapi. Hal ini diperlukan untuk memaksimalkan proses penyembuhan. Tidak ada obat-obatan yang dapat membantu proses penyembuhan keterlambatan bicara. Hanya berbagai vitamin yang diresepkan dokter. Vitamin ini dapat membantu perbaikan general alertness dan kesehatan umum anak. Bila anak sehat semua fungsi tubuhnya meningkat, termasuk kemampuan belajarnya.

Tips Terapi Bicara

Buah hati yang lamban bicara memang membuat para bunda ketar-ketir. Tetapi hal itu dapat dihindari dengan beberapa tips agar memperoleh hasil terbaik dalam terapi bicara, yakni:

  • Berkomitmen. Semakin kuat komitmen Anda, hasil yang diperoleh akan semakin cepat dan memuaskan.
  • Konsisten. Datang pada setiap sesi terapi secara tepat waktu dan teratur.
  • Komunikatif. Tanya, klarifikasi, jika Anda belum mengerti apa yang dijelaskan dokter atau terapis.
  • Tertarik. Keluarga yang berpartisipasi dan antusias akan selalu dapat meningkatkan sesi terapi. Luangkan waktu sebanyakbanyaknya untuk berkomunikasi dengan si kecil sejak bayi, dapat dengan mengajak bicara, bernyanyi, dan menirukan bunyi atau gerakan.
  • Follow up. Pastikan Anda paham dan mengerti dengan jelas tentang terapi apa yang diberikan dokter atau terapis untuk dikerjakan di rumah. Berikan masukkan bagi terapis tentang keberhasilan tugas tersebut, pada kunjungan berikutnya.
  • Terbuka. Terbuka menceritakan harapan dan pengalaman yang pernah dialami dengan buah hati Anda yang terlambat bicara.
  • Peka. Waktu adalah sumber berharga bagi setiap orang. Berkoordinasilah selalu dengan terapis.

Leave a Reply