08 Mar 2018
Maret 8, 2018

Fresh ASI Terapi Bayi Prematur

0 Comment

Dilihat dari warna dan bentuknya, tidak ada perbedaannya, Namun, begitu dilihat waktu “pengambilan” ternyata kandungan ASI fresh lebih dapat membantu dan merangsang pertumbuhan kuman baik di dalam saluran cerna bayi prematur.

Kelahiran bayi tak cukup umur (prematur) tentu membuat para ibu bersedih dan tak mengharapkannya. Bayi lahir prematur saat usia kandungan ibu belum mencapai 37 minggu. Biasanya organ tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga harus ditempatkan di dalam inkubator untuk memberikannya kehangatan agar bisa membantu ia bertahan hidup. Bayi premature pun biasanya sering kali mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya masalah saluran cerna.

Di dalam saluran cerna manusia, terutama usus besar, dihuni lebih dari 500 spesies bakteri yang jumlahnyamencapai triliunan. Berbagai jenis bakteri tersebut tak bisa dihindari keberadaannya karena habitat tempat hidup manusia memang tidak steril.

Ada bakteri atau kuman yang “baik” seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium. Ada pula bakteri yang tidak baik, penyebab penyakit, misalnya Klebsiella dan Acinetobacter. Keberadaan bakteri baik ini sering ditemukan dalam saluran pencernaan karena dapat membantu memastikan kesehatan seluruh sistem pencernaan.

Namun, berdasar disertasi doktoral Dr. dr. Risma Kerina K, SpA (K) menyebutkan, jumlah bakteri baik pada bayi premature lebih sedikit dibandingkan bakteri yang tidak baik. “Ketidakseimbangan jumlah bakteri dalam saluran cerna bayi prematur, akibat bayi telah “terpapar” lingkungan sekitarnya. Tak hanya itu pemberian antibiotik guna penanganan bagi masalah lain, seperti sesak nafas akibat kelahiran prematur juga mengakibatkan penurunan jumlah bakteri tersebut,” Jelas Risma.

Masalah akan timbul jika jumlah bakteri yang tidak baik atau si penyebab penyakit (bakteri patogen) ini berlebihan. Hal ini akan menurunkan sistem imun bayi dan dapat menyebabkan peradangan usus. Akibatnya perut bayi akan mudah menjadi kembung. Kondisi perut bayi yang tak normal Ini dapat terjadi berulang-ulang sehingga berat badan bayi tidak akan naik yang berimbas pada waktu “penyembuhan” bayi prematur. Itulah sebab betapa pentingnya peranan bakteri “baik ” di dalam saluran pencernaan bagi kesehatan tubuh.

Fresh ASI

Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus bayi adalah dengan pemberian fresh Air Susu Ibu (ASI). Sejak dahulu, pemberian ASI pada bayi memang sangat perlu karena kandungan nutrisi, factor imun, dan factor pertumbuhan gizi. Sebut saja kolostrum. Kolostrum juga dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik dan mencegah bakteri patogen.

Sayangnya, mungkin masih ada masyarakat yang belum tahu bahwa ASI “segar” sangat membantu faktor imun dari bayi yang lahir prematur. Di dalam fresh ASI jumlah bakteri baiknya lebih banyak,” jelas Risma. Air Susu Ibu yang fresh adalah ASI yang belum dimasukkan ke dalam kulkas dan masih berumur tiga jam pasca-pemerahan. ”Semakin banyak bayi prematur minum fresh ASI, maka semakin banyak bakteri yang baik diususnya,” kata Risma.

Risma mengakui, pemberian Fresh ASI secara terus menerus bagi bayi premature sangat sulit, karena umumnya mereka akan menjalani perawatan di rumah sakit beberapa bulan.

“Nggak mungkin ibunya menginap berbulan-bulan di RS,apalagi harus bolak- balik tiap hari untuk memberikan ASI per tiga jam,” ungkap Risma.

Peran orangtua dalam penyediaan fresh ASI sangat penting. Misalnya psikis. “Jika orangtuanya stress produksi ASI berkurang dan ini tak menguntungkan buat bayi. Bayi prematur adalah bayi yang sedang beradaptasi untuk survive jadi ibu harus membantu tenang. Ibu tenang, secara psikis akan membuat bayi tenang.

Peran lain dari orangtua yang memiliki bayi prematur adalah perawatan metode kangguru yang sangat dianjurkan bagi bayi yang lahir prematur. Selain karena praktiknya murah, mudah, perawatan metode ini juga mempunyai banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Telah terbukti efektif untuk mengontrol suhu bayi, meningkatkan pemberian ASI, mengurangi terjadinya infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta membangun ikatan antara ibu dan bayi.

Sumber : Dr. dr. Risma Kerina K, SpA(K) – RSIA Bunda Jakarta

Leave a Reply