Orang tua adalah orang yang berada di sekitar anak, tidak harus dalam arti biologis, orang yang lebih dekat dan memiliki kesempatan lebih besar dalam memantau dan memberikan keputusan dari siapapun yang ada di sekitar anak. Dokter serta tim medis tidak pernah mengetahui kondisi pasien sebelum orang tua menginformasikan, namun sejak dini orang tua secara tak disadari mengambil peranan sebagai Dokter bagi anak-anaknya. Berikut ini adalah “DOKTER” bagi orang tua untuk menjadi dokter terdekat bagi anak-anaknya.

Dasar utama adalah dalam tumbuh kembang yang baik dan mencegah terjadinya penyakit adalah 3Si, yaitu Nutrisi (Dimulai dari ASI sampai dengan MPASI), Imunisasi (Dimulai dari Imunisasi dasar sampai ulangan), serta Stimulasi (Stimulasi Dini hingga pendidikan Tinggi). Ketiga hal ini adalah yang tidak dapat dipisahkan satu per satu, semua saling berkolaborasi satu sama lain

Observasi berkelanjutan adalah pemantauan pertumbuhan anak (Tinggi Badan, Berat Badan, Lingkar Kepala) dan perkembangan anak (Kemampuan Motorik, Bahasa, Sosial, Emosional, Pubertas). Pemantauan pertumbuhan anak dapat menggunakan Grafik WHO untuk usia 0-5 Tahun dan Grafik CDC untuk usia 5-18 Tahun. Pemantauan perkembangan anak dengan mudah dilakukan oleh orang tua dengan melakukan pengisian Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Observasi yang berkelanjutan oleh orang tua jauh lebih baik dibandingan observasi yang tidak berkelanjutan yang dilakukan oleh dokter.

Keluhan adalah titik awal adanya masalah atau sakit pada anak. Semakin dini keluhan itu dapat dideteksi oleh orang tua makan semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Orangtua dalam menanggapi keluhan anak ada yang bersifat terlalu berlebihan atau terlalu tidak memperdulikan. Keluhan ini juga berkaitan dengan beberapa pemeriksaan yang sering dilakukan di rumah baik menggunakan lima panca indera maupun dengan alat-alat yang ada di rumah. Salah satu alat yang sering digunakan adalah thermometer, gunakanlah thermometer digital yang biasa digunakan di ketiak, pastikan ketiak kering saat melakukan pemeriksaan dan thermometer diletakkan pada puncak ketiak. Jika suhu di thermometer mencapai 38 derjat celcius itulah dikatakan demam.

Terapi awal yang dapat dilakukan di rumah adalah tanggung jawab sepenuhnya orang tua bahkan terapi yang diberikan oleh Dokter pada akhirnya tanggung jawab orang tua yang memberikan dan memantau adanya efek samping maupun manfaat dari terapi. Orang tua harus memiliki kemampuan dalam memilih obat warung (OTC Drug) serta memastikan penyimpanan obat yang baik.

Evaluasi setelah pemberian terapi pada anak sakit umumnya dilakukan oleh orang tua di rumah dan tanpa disadari begitupula di rumah sakit. Orang tua harus memahami kriteria evaluasi yang harus dilakukan sekaligus interval waktu yang paling optimal dalam melakukan evaluasi. Evaluasi yang terarah dengan waktu yang tepat jauh lebih baik dibandingan evaluasi yang tidak terarah dan terus menerus.

Rawat inap maupun rawat jalan tanpa disadari oleh orang tua ini adalah keputusan awal diambil oleh orang tua terhadap anaknya. Orang tua harus mengetahui kriteria dasar apakah anak ini harus dibawa ke dokter sesegera mungkin (gawat darurat) atau masih dapat ditunggu untuk dibawa ke Poliklinik (Tidak Gawat Darurat). Keputusan yang terbaik oleh orang tua menentukan prognosis dari sakit yang diderita. Salah satu tanda kegawatan adalah anak sudah mulai malas minum dan tidak ada buang air kecil lebih dari 6 jam.

Metoda “DOKTER” ini dapat digunakan orang tua agar menjadi dokter terbaik bagi anak-anaknya, lebih banyak anak tumbuh kembang baik, dan lebih banyak anak yang segera ditangani penyakitnya. Dokter dan Tim Medis tidak akan berguna tanpa dukungan optimal dari orang tua kepada anak-anaknya.

Sumber : dr. Abdullah Reza, Sp.A – RSIA Bunda Jakarta

Leave a Reply