Keputihanmemanghal paling umum yang terjadipadawanita. Rasa-rasanya, keputihan selalu menjadi persoalan bagi mereka mulai dari fase awal organ reproduksi mereka berkembang hingga wanita hamil. Bahkan menurut dr. Ivander Utama, F.MAS,SpOG, mengatakan keputihan berpotensi membahayakan kehamilan.

Namun tak perlu terlalu panik, keputihan pada ibu hamil disebabkan terjadinya perubahan hormon sehingga mempengaruhi jumlah cairan pada vaginannya. Kondisi ini harus terus dipantau, sebab daya tahan tubuh calon ibu dapat mempengaruhi keputihan tersebut.

“Keputihan yang abnormal sangat rentan terjadi pada bumil. Perubahan pada hormon kehamilan akan membuat cairan vagina bertambah, hal ini juga disertai dengan penurunan daya tahan tubuh serta perubahan pH vagina selama kehamilan,” jelas dr. Ivander Utama.

Calon ibu harus pandai membedakan mana keputihan yang normal karena disebabkan oleh hormon atau keputihan yang merupakan tanda munculnya penyakit serius.

“Penyebab keputihan ini sangat bervariasi, mulai dari penyebab non-infeksi seperti alergi, polip, fistula, atau infeksi seperti jamur, bakteri, virus, penyakit kelamin, hingga kanker.” tulisnya. Keputihan memiliki berapa karakter, seperti warna, kekentalan, bau, gatal atau tidak dan nyeri atau tidak. Semua perubahan2 dari karakter tersebut harus diingat dan diberitahukan kedokter kandunganan karena hal ini penting untuk bisa membedakan mana keputihan yang normal dan abnormal.

Pengobatan keputihan pun berbeda-beda tergantung gejalannya, tidak bisa disamaratakan. Maka dari itu jangan tunda-tunda lagi untuk konsultasikan dengan dokter kandungan anda.

“Oleh karena banyak penyebabnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan sebelum pemberian obat. Tindakan kultur cairan vagina akan sangat membantu dalam memberikan antibiotik yang sesuai dengan jenis infeksi. Kultur akan menurunkan resiko terjadinya kekebalan pada kuman penyebab keputihan dan atau frekurensi keputihan, yang ditimbulkan akibat pemberian antibiotik yang sembarangan.” jelasnya.

Keputihan pada ibu hamil harus lekas ditangani. Saat hamil kondisi anda menjadi sedikit rentan. Patut anda ketahui keputihan bisa menyebabkan persalinan prematur.

“Keputihan yang tidak diobati maksimal akan meningkatkan resiko: ketuban pecah dini, persalinan prematur, pertumbuhan bayi terhambat (IUGR), hingga infeksi bayi pasca persalinan,” tutupnya.

Sumber : dr. Ivander R. Utama, F.MAS.Sp.OG – RSIA Bunda Jakarta

Leave a Reply