Salah satu hal yang paling sering menjadi kekhawatiran orang tua adalah bayi yang tampak batuk, pilek, atau kadang muncul suara grok-grok.

Apabila tidak disertai demam tinggi, maka hal ini masih mungkin wajar, disebabkan oleh produksi lendir di saluran nafasnya. Lendir akan makin banyak saat suhu dingin, misal di malam hari, atau kurang ASI/minum.

Jangan terburu-buru memberikan obat batuk dan pilek, apalagi antibiotik, karena obat batuk dan pilek untuk anak belum tentu aman untuk bayi. Sementara antibiotik tidak diperlukan apabila bayi tidak mengalami infeksi oleh bakteri.

Bagaimana membantu meredakan kondisi tersebut ?

  1. Menghindari suhu dingin dan udara kering, dengan mengurangi penggunaan AC, atau mengusap minyak atau balsam yang aman untuk bayi di dada dan punggung. Penggunaan humidifier juga akan membantu mengurangi produksi lendir di saluran nafas.
  2. Meningkatkan frekuensi pemberian ASI/minum, terutama yang bersuhu hangat untuk mengencerkan lendir di saluran nafasnya sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  3. Memberikan tetes atau spray hidung salin. Ini aman digunakan pada bayi untuk mengencerkan lendir di saluran nafasnya sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  4. Yang pasti, tidak boleh ada perokok di rumah karena zat-zat dalam rokok yang menempel di permukaan rambuh, tubuh, pakaian dan dapat bertahan hingga 2 minggu akan mengiritasi saluran nafas bayi. Hindarkan juga dari anggota keluarga lain yang sedang sakit.

Yang penting dilakukan adalah memantau adanya tanda-tanda bahaya : demamĀ  tinggi, lalu nafas lebih dari 50x semenit (usia dibawah 1 bulan) atau 40x semenit (usia 1-6 bulan), serta adanya tarikan/cekungan di sela-sela tulang rusuk saat bayi menarik nafas.

Berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Anak anda apabila ada keraguan mengenai kondisi bayi dan anak.

Sumber : dr. Caessar Pronocitro, SpA, M.Sc – RSIA Citra Ananda

Leave a Reply