Data Mutu RSU Bunda Margonda

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT UMUM BUNDA MARGONDA 2018

A. PENDAHULUAN

Isu patient safety  merupakan salah satu isu utama dalam pelayanan kesehatan. Para pengambil kebijakan, pemberi pelayanan kesehatan dan konsumen menempatkan keamanan pasien sebagai prioritas pertama pelayanan. Patient safety merupakan suatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efesiensi pelayanan berbagai risiko akibat tindakan medik dapat terjadi sebagi bagian dari pelayanan kepada pasien. Identifikasi dan pemecahan masalah tersebut merupakan bagian  utama dari pelaksanaan konsep patient safety

Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai yang diucapkan Hypocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu premium, non no care (first do no harm) dengan berkembangnya IPTEK kedokteran, ilmu kedokteran yang dulu sederhana, inefektif dan relative aman, saat ini menjadi semakin komplek dan lebih efektif namun berpotensi terjadi KTD (kejadian Tidak di harapkan)pada pasien dan bila rumah sakit tidak memperhatikan dan menjalankan keselamatan pasien

Di Indonesia keselamatan pasien di canangkan pada tahun 2005 dan terus berkembang menjadi isu utama dalam pelayanan medis di Indonesia, hal ini bertujuan untuk mengakaji peran teknologi informasi untuk meningkatkan keamanan pengobatan pasien rumah sakit

Dicanangkan gerakan nasional keselamatan pasien di rumah sakit dan di jadikan patient safety sebagi salah satu instrument yang di nilai dari sebuah akreditasi rumah sakit dengan tujuan dasar menyelamatkan pasien dengan cara menghilangkan faktor risiko yang mungkin menyebabkan adverse event.

Patient safety merupakan langkah dimana kita semua terfokus pada keselamatan dalam memberikan pelayanan pada konsumen, semakin baik pasien mendapatkan pelayanan artinya Mutu pelayanan rumah sakit akan meningkat.

Mutu adalah derajat kesempurnaan pelayanan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber Daya yang tersedia di rumah sakit secara wajar, efesien dan efektif serta di berikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika dan hukum, sosio budaya dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen.

Mutu adalah standar yang memiliki elemen-elemen, diantaranya adalah usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan yang mencakup produk jasa, manusia, proses dan lingkungan. Dengan itu bisa di gambarkan bahwa mutu adalah keseluruhan ciri atau karakteristik produk jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan  dan harapan pelanggan.

Maka dengan dasar itulah kami membuat rencana program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RSU Bunda Margonda dengan tujuan memberikan kepuasan pada pelanggan dengan mutu terbaik dengan mengutamakan keselamatan pasien.

B. LATAR BELAKANG

RSU Bunda Margonda memiliki fasilitas pelayanan yang memenuhi standar sebagai Rumah Sakit type C yang meliputi, Instalasi Gawat Darurat 24 jam, rawat jalan dan rawat inap serta penunjang medis yang lain.

Pada saat ini di RSU Bunda Margonda telah menjalankan pelayanan dengan mengacu pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Pada tahun 2017 RSU Bunda Margonda membentuk  tim  PMKP, dengan tujuan sebagai ujung tombak pelayanan dem tercapainya peningkatan mutu dan keselamatan pasien, sebagai RS yang sedang berkembang di depok, RSU bunda selalu berusahan melakukan perbaikan – perbaikan mutu disetiap bagian demi tercapainya keselamatan pasien, salah satunya dengan melakukan revisi wadah mutu dengan komite PMKP

Program Komite PMKP melaksanakan kegiatan di tahun 2018 adalah di awali dengan melakukan evaluasi program kerja tahun 2017, kemudian penyusunan Perencanaan kegiatan perbaikan-perbaikan di semua unit kerja dengan berfokus pada Sumber Daya yang dapat di perbaiki dan dikembangkan.

C. HASIL CAPAIAN INDIKATOR MUTU AREA KLINIS

Analisa : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Capaian indikator pelaporan hasil laboratorium dengan nilai kritis ≤ 30 menit Periode bulan januari sampai dengan maret sudah sesuai dengan  standar

Analisa :  bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda asesmen pasien bulan januari  sampai dengan maret belum sesuai dengan capaian : januari capaian 92% dikarenakan beberapadokter tidak patuh, baru mengisi asesmen lebih 24 jam, meningkat di bulan Februari 95%  kemudian menurun kembali di bulan maret  92.2 %. capaian yang paling rendah adalah di perawatan ibu, kepatuhan dokter 78.4% dan perawat 84.6%  dan PNS dokter 98.1% dan perawat 100%hal ini disebabkan adanya perubahan sistem informasi Rumah sakit, dibeberapa unit fasilitas komputer hanya satu, melakukan asesmen bergantian. ada pasien yang di transfer dari ruangan lain melebihi 24 jam dan belum dilakukan pengkajian di unit Kamar Bersalin. dan jika dibandingkan dengan jurnal yang di adopsi pada OPPE (100%) capaian belum sesuai dengan standar

Analisa : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Kecepatan persiapan operasi Sc cito ≤ 30 menit Pada bulanjanuari 86% hal ini dikarenakan adanya keterlamabatan tim operasi, meningkat di bulan februari dan maret sebanyak 100% dan sudah sesuai dengan standar

Analisa :  bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Penuliasan resep dari bulan januari sesuai dengan standar, turun pada bulan februari menurun 99.40% dan meningkat kembali di bulan maret 99.89% hal ini disebabkan  Mengalami penurunan di bulan februari dikarenakan adanya variasi penyakit yang sedangn berkembang sehingga membutuhkan obat dengan kanduangna zat aktif yang belum ada di rumah sakit, Kasus diagnose penyakit masih jarang ditemui di RS sehingga obat dengan kandunagn zat aktif tersebut belum ada di formularium. jika di dibandingkan dengan standar yang di tetapkan SPM 2008 (100%) capaian indikator belum sesuai dengan standar.

Analisa  :  Bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda capaian Persentase jumlah pasien rawat Inap yang divisite farmasi klinik pada bulan januari 100% menurun di bulan februari 96% dikarenakan ada 8 pasien yang tidak dilakukan visite dikarenakan adanya satu orang  tenaga yang cuti selama 3 harui sehingga tenaga apoteker farmasi klinis hanya satu orang dengan katagori farklin baru yang masuk pada tanggal 22 januari 2018, di bulan maret Mengalami peningkatan 1% yaitu  97% walau belum sesuai dengan standar di sebabkan Ada pasien yang masuk dirawat lalu pulang diluar jam kerja apoteker farmasi klinik (hari libur/tanggal merah). dan Ada pasien yang masuk pada malam hari dan besok pagi/siang sudah pulang (kurang dari 24 jam), partus normal ada yang dirawat hanya 1 malam.

ANALISA : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda capaian indikator pengkajian pre-anasthesi dilaksanakan untuk pasien praoperasi elektif dengan anestesi umum periode bulan januari sd februari sudah sesuai dengan standar

ANALISA :  bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Angka kejadian reaksi transfusi periode bulan januari sampai dengan maret sesuai dengan standar. data yang di ada pada bulan januari ada tindakan transfusi darah 9 pasien, bulan  februari 10 pasien, bulan Maret 20 pasien dan 1 diantara nya terjadi reaksi transfusi (5%) berupa timbul ruam merah pada seluruh badan, pasien dilakukan sebanyak 7 kali trasfusi, terjadi reaksi transfusi pada saat pemberian ke 4. jika dibandingkan dengan standar yang di tetapkan SPM 2008 (≤0.01) capaian bulan maret belum sesuai dengan standar.

Analisa : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Ketepatan pengembalian berkas rekam medis dari rawat inap masih belum memenuhi standar dikarenakan masih terhambat dalam kelengkapan pengisian rekam medis. Pada bulan januari berkas diterima dengan tepatada 88  berkas  MR dari 268 berkas  MR ,bulan Februari 117 BRM Dari 186 BRM ada di karenakan belum lengkapnya mencantumkan tanda tangan.Pada bulan maret ada 61 berkas dari 232 BRM dari data tersebut  terjadi penurunan capaian januari 68%, pada bulan turun 62% dan turun kembali di buulan maret 41%. pada bulan maret teradi perubahan SIMRS sehingga terkendala dengan pengisian resume medis yang belum lengkap dengan tanda tangan dokterkarena SIMRS belum menyediakan kolom tanda tangan sehingga harus di print out terlebih dahulu oleh petugas MR, setelah itu petugas MR akan mengembalikan resume tersebut ke rawat inap untuk di tandatangani oleh dokter

D. SASARAN KESELAMATAN PASIEN

ANALISA : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Pencapaian periode januari sampai dengan maret belum sesuai dengan standar, pada januari capaian 81% setelah dilkukan sosialisasi tentang 6 Benar obat sesuai dengan SPO capaian di bulan februari meningkat 97.6% menurun kembali pada bulan maret sebanyak  96.6% perbadingan capaian terendah pada bulan maret  dari ruangan 3B disebabkan karena adanya kesalahan pada sistem penginputan pada SIRS.

ANALISA : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda capaian pada bulan januari 88.34% meningkat di bulan februari 100% dan menurun kembali di bulan maret 98%, hal ini dikarenakan adanya 1 tindakan yang tidak menuliskan secara lengkap disebabkan adanya operasi yang berbarengan dan saat itu ada keterbatasan tenaga. dan dibandingkan dengan jural yang menjadi penilaian tenaga medis (OPPE) 100% belum mencapai standar 

Analisa : bila dibandingkan dengan standar yang di tetapkan RSU bunda Margonda Bila dibandingkan dengan indikator yang ditetapkan di RSU Bunda Margonda sebesar 100%, pencapaian bulan janauari sampai dengan maret belum sesuai dengan standar,maka hasil audit kepatuhan hand hygiene dinilai masih di bawah nilai indikator yang ditetapkan. Akan tetapi sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, januari 83,10%, februari 84% dan maret 87,0%. dan dibandingkan dengan jural yang menjadi penilaian tenaga medis (OPPE) 100% belum mencapai standar  Hal ini kemungkinan disebabkan oleh :

  • Kepedulian petugas masih kurang tentang pentingnya melakukan hand hygiene atau kebersihan tangan
  • Kurangnya pemantauan dari Penanggung Jawab terhadapKurangnya pemantauan dari Penanggung Jawab terhadap staffnya dalam melakukan hand hygiene / kebersihan tangan

Analisa : Bila dibandingkan dengan indikator yang ditetapkan di RSU Bunda Margonda sebesar pencapaian bulan januari sampai dengan maret belum sesuai dengan standar,maka hasil audit kepatuhan melakukan asesmen risiko jatuh pada bulan januari  93% menurun di bulan februari 88% dan meningkat kembali di bulan maret 95.4% . hal ini disebabkan : bebrapa pasien masuk dalam waktu bersamaan sehingan petugas lupa melakukan asesmen.

 

 

Share