Data Mutu RSU Bunda Margonda

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT UMUM BUNDA MARGONDA 2017

A. PENDAHULUAN

Isu patient safety  merupakan salah satu isu utama dalam pelayanan kesehatan. Para pengambil kebijakan, pemberi pelayanan kesehatan dan konsumen menempatkan keamanan pasien sebagai prioritas pertama pelayanan. Patient safety merupakan suatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efesiensi pelayanan berbagai risiko akibat tindakan medik dapat terjadi sebagai bagian dari pelayanan kepada pasien. Identifikasi dan pemecahan masalah tersebut merupakan bagian  utama dari pelaksanaan konsep patient safety.

Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai yang diucapkan Hypocrates kira-kira 2400 tahun yang lalu yaitu premium, non no care (firstdo no harm) dengan berkembangnya iptek kedokteran, ilmu kedokteran yang dulu sederhana, inefektif dan relative aman, saat ini menjadi semakin komplek dan lebih efektif namun berpotensi terjadi KTD (kejadian Tidak di harapkan) pada pasien dan bila rumah sakit tidak memperhatikan dan menjalankan keselamatan pasien

Di Indonesia keselamatan pasien di canangkan pada tahun 2005 dan terus berkembang menjadi isu utama dalam pelayanan medis di Indonesia, hal ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi informasi untuk meningkatkan keamanan pengobatan pasien rumah sakit

Dicanangkan gerakan nasional keselamatan pasien di rumah sakit dan di jadikan patient safety sebagai salah satu instrument yang di nilai dari sebuah akreditasi rumah sakit dengan tujuan dasar menyelamatkan pasien dengan cara menghilangkan faktor risiko yang mungkin menyebabkan adverse event.

Patient safety merupakan langkah dimana kita semua terfokus pada keselamatan dalam memberikan pelayanan pada konsumen, semakin baik pasien mendapatkan pelayanan artinya Mutu pelayanan rumah sakit akan meningkat.

Mutu adalah derajat kesempurnaan pelayanan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit secara wajar, efesien dan efektif serta di berikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika dan hukum, sosio budaya dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen.

Mutu adalah standar yang memiliki elemen-elemen diantaranya adalah usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan yang mencakup produk jasa, manusia, proses dan lingkungan dengan itu bisa di gambarkan bahwa mutu adalah keseluruhan ciri atau karakteristik produk jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan  dan harapan pelanggan.

Maka dengan dasar itulah kami membuat rencana program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RSU Bunda Margonda dengan tujuan memberikan kepuasan pada pelanggan dengan mutu terbaik dengan mengutamakan keselamatan pasien.

B. CAPAIAN INDIKATOR PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN RSU BUNDA MARGONDA

RSU bunda margonda telah melakukan pemantauan indikator mutu, berikut hasil yang  didapatkan selama 3 bulan

1 Area Klinis

1.1 Kepatuhan pengisian pengkajian awal pasien baru R.I dengan sc ≤ 24 jam

ANALISA :  Pencapaian indikator kepatuhan pengkajian awal pasien baru rawat inap dengan SC ≤ 24 jam pada bulan agustus masih di bawah standar yaitu sebanyak 84%, setelah di lakukan edukasi pentingnya akan keselamatan pasien terkait dengan pengkajian di bulan september dan oktober sudah mencapai target .

1.2 Pelaporan Hasil Laboratorium dengan Nilai Kritis ≤ 30 menit

ANALISA : pencapaian indikator pelaporan hasil laboratorium dengan nilai kritis ≤ 30 menit dibulan agustus 100% dan mengalami penurunan di bulan september sebanyak 95% dan naik kembali pada bulan oktober

1.3 Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Foto Rontgen ≤ 6 jam

ANALISA : waktu tunggu hasil pelayanan foto rontgen ≤ 6 jam pada bulan agustus mencapai 69%   bulan september mengalamai kenaikan sebesar 93% dan menurun kembali di bulan oktober mencapai 87.2% hal ini di sebabkan banyaknya pasien yang di lakukan tindakan dimalam hari saat dokter tidak ada di tempat sebanyak 12%

1.4 Angka kecepatan Persiapan Operasi SC Cito ≤ 30 menit

ANALISA : pencapaian Angka kecepatan Persiapan Operasi SC Cito ≤ 30 menit pada bulan agustus sebanyak 53%, naik di bulan september sebanyak 70% dan naik kembali di bulan oktober sebanyak 75%, dari bulan ke bulan menunjukan angka yang baik, ada peningkatan mutu di ruang OK, belum sampai target karena di sebabkan beberapa kendala pada persiapan tim operasi seperti macet di perjalanan.

1.5 Pemberian AB profilaksis sebelum operasi SC

ANALISA :  pencapaian indikator Pemberian AB profilaksis sebelum operasi SC sudah sesuai dengan standar

1.6 Kepatuhan melakukan telaah resep dan telaah obat

ANALISA : kepatuhan melakukan telaah resep dan telaah obat pada bulan agustus capaian belum memenuhi standar yaitu 95% dan naik di bulan september sebesar 96% Setelah dilakukan edukasi kepada staff farmasi terkait sasaran keselamatan pasien, di bulan oktober meningkat  100% sesuai dengan target.

1.7 Pengkajian pre-anasthesi dilaksanakan untuk pasien praoperasi elektif dengan anestesi umum

ANALISA : Pengkajian pre-anasthesi dilaksanakan untuk pasien praoperasi elektif dengan anestesi umum sudah sesuai dengan standar

1.8 Monitoring Reaksi Transfusi

ANALISA : capaian indikator monitoring reaksi transfusi sudah sesuai dengan standar, semua yang dilakukan tranfusi darah dilakukan monitoring

1.9 Ketepatan Pengembalian berkas rekam medik dari pelayanan rawat inap ke Rekam Medik ≤ 24 jam

ANALISA : Ketepatan Pengembalian berkas rekam medik dari pelayanan rawat inap ke Rekam Medik ≤ 24 jam pada bulan agustus 70% kemudian meningkat pada bulan september hal ini di sebabkan hal ini di karenakan beberapa berkas rekam medis yang belum lengkap terisi dan beberapa pasien pulang di hari libur

1.10 Angka kejadian flebitis

ANALISA : Capaian angka kejadian flebitis bulan agustus 13‰ angka yang sangat tinggi dibulan september menurun 3.5‰ menurun, hal ini karena telah di tindaklanjuti dengan cara melakukan edukasi ketat terkait kebersihan cuci tangan dan diberikan sosialisasi tentang obat-obat yang inkompatibel, dilakukan edukasi cara melakukan septik dan antiseptik pada tindakan infus,  di bulan oktober sebanyak naik kembali 4.5‰. untuk periode tiga bulan ini kejadian flebitis masih tinggi.

2. Area Manajemen

2.1  Ketersediaan obat dan alkes emergensi di troli emergency rawat inap ≤ 2 jam

ANALISA :  Pencapaian di bulan agustus tidak ada pembukaan troley emergency, beberapa unit keperawatan belum tersedia troley emergency, di bulan september awal di lengkapi seluruh ruangan dengan troley emergency, 1 kasus pembukaan dengan troley dan tidak di penuhi dalam waktu 2 jam ( 0%), meningkat di bulan oktober 100%, pemenuhan troley emergency sudah sesuai dengan waktu hal ini karena sudah dilakukan edukasi kepada staff terkait pentingnya ketersedian obat emergency termasuk dalam keselamatan pasien

2.2 Ketepatan waktu pengiriman pelaporan kegiatan rumah sakit ke dinas kesehatan kota depok setiap tanggal 10 pada setiap bulannya

ANALISA : Capaian ketepatan waktu pengiriman pelaporan kegiatan RS ke dinkes kota depok setiap tanggal 10 pada setiap bulanya sudah sesuai denga standar

2.3 Insiden tertusuk jarum

ANALISA : tidak ada kejadian tertusuk jarum dari bulan agustus sampai oktober, capaian sudah sesuai dengan standar

2.4 Utilisasi/pengunaan rawat inap dewasa

ANALISA : Pencapaian masih belum sesuai dengan target. Dibulan agustus 30% lalu menurun di bulan september sebanyak 23%, meningkat lagi di bulan oktober sebanyak 30% , hal ini terjadi  karena kemungkinan pasar konsumen lebih memilih dengan pembayaran JKN karna saat ini era JKN sudah sangat meluas jaringannya, selain itu beberapa konsumen terkendala dengan akses perjalanan menuju menuju lokasi RSU Bunda

2.5 Kepuasan Pelanggan Rawat Inap

ANALISA : Kepuasan pasien belum memenuhi target agustus 84% turun di bulan september 82% dan menurun kembali di bulan oktober 81%, pada bulan agustus kepala  rumah sakit menaikan standar dari 84% ke 86% sehingga capaian belum memenuhi target, bulan septeber dan oktober mengalami penurunan  hal diakibatkan adanya beberapa komplain ketidak puasan konsumen dikarenakan terjadi nya beberapa miss komunikasi antar petugas, adanya keterlambatan kedatangan dokter praktek sehingga pasien merasa kurang puas.

2.6  Pelatihan karyawan 20jam/tahun/ karyawan

ANALISA : Pencapaian belum sesuai dengan target, hal ini di sebabkan karena rendahnya motivasi  karyawan untuk mengikuti  pelatihan dan belum ratanya penjadwalan pelatihan  per individu

2.7 Kelengkapan pelaporan 10 besar diagnosa dan data demografi yang bersangkutan kepada direktur

ANALISA : Pencapaian pelaporan Sudah sesuai dengan target

2.8 Respon time pelayanan administrasi pasien pulang di unit kasir rawat inap ≤ 120 menit pada pasien jaminan asuransi

ANALISA : Pencapaian data di bulan agustus masih jauh dari standar 22% hal ini di sebabkan karena unit belum dapat melakukan pemantauan mutu secara maksimal,setelah di lakukan edukasi capaian meningkat sebanyak 86%, menurun di bulan oktober sebanyak 83%, hal ini disebabkan karena sebelum pasien pulang harus menunggu dokter visite dan form realisasinya sudah di turunkan terlebih dahulu.

2.9 Pegawai yang terlatih dalam penggunaan APAR

ANALISA : Untuk pencapaian bulan agustus sampai oktober sudah sesuai dengan standar

3. AREA KESELAMATAN PASIEN

3.1  Kepatuhan melakukan  identifikasi pada gelang identitas  pasien rawat inap saat pemberian obat

ANALISA : Pada bulan agustus capaian indikator 67.4% Setelah di lakukan pelatihan dan pemahaman terkait SKP, pencapaian sesuai dengan target 100%, teteapi menurun di bulan oktober sebanyak 92%, hal ini di karenakan beberapa petugas melakukan pekerjaan secara terburu-buru.

3.2 Kelengkapan pengisian dan tanda tangan pada stempel konfirmasi lisan/via telpon dalam waktu24jam

ANALISA : Pencapaian Di bulan agustus 0%, dari seluruh stempel konfirmasi tidak ada pengisian yang lengkap, di bulan september sedikit peningkatan ke 1.3% tetapi masih jauh dari target, hal ini di sebabkan karena tenaga dokter yang kurang memperhatikan pentingnya  pencatatan informasi konfirmasi pada berkas rekam medis pasien, kenaikan signifikan terjadi di bulan oktober 66.5%, hal ini terjadi karena ada koordinasi yang baik antara petugas perawat dan dokter untuk mengontrol dan membantu kelengkapan pada stempel konfirmasi

3.3 Kepatuhan pemberian label obat high alert dan Elektrolit Konsentratoleh farmasi

 ANALISA : Pada bulan agustus capaian dari hasil audit kepatuhan obat high alert  31.6%, Setelah dilakukan pelatihan SKP Pencapaian mutu pada bulan september dan oktober mengalami peningkatan dan sudah       sesuai dengan target.

3.4 Kepatuhan pengisian Surgical Safety Ceklist

ANALISA : Kepatuhan pengisian SSCdari bulan agustus sampai dengan oktober sesuai dengan  target

3.5 Presentase kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan metode lima waktu

ANALISA : Pencapaian indikator dari bulan agustus sampai oktober dari bulan ke bulan mengalami peningkatan tetapi belum sesuai dengan target, hal ini terjadi karena keperdulian petugas masih kurang tentang pentingnya kebersihan tangan, kurang pemantauan dari PJ, kurang tepatnya peletakan handrub, data audit, kepatuhan terendah ada di unit penunjang medis dan paling patuh tertinggi   di ruang keperawatan

3.6 Kepatuhan petugas dalam melakukan pengkajian risiko jatuh

ANALISA : Pencapaian dari bulan agustus ke bulan september mengalami peningkatan, tetapi di bulan oktober mengalami sedikit penurunan. hal ini di sebabkan karena masih ada tenaga yang kurang memperhatikan pentingnya pengkajian risiko jatuh, terburu-buru saat penerimaan pasien sehingga tidak sempat mengkaji risiko jatuh

4. ILM ( INTERNATIONAL LIBRARY MEASURE)

4.1 Angka Kejadian pasien jatuh dengan/tanpa cidera selama pasien di rawat

ANALISA :  Pencapaian sesuai standar, tidak ada kejadian pasien jatuh selama periode bulan     agustus sampai september, ini di karenakan sudah adanya tata laksana pasien yang berisiko jatuh di unit keperawatan

4.2 Angka Kejadian pasien jatuh dengan cidera ringan atau lebih berat

ANALISA : Pencapaian sesuai standar, tidak ada kejadian pasien jatuh pada bulan ini, ini di karenakan sudah adanya tata laksana pasien yang berisiko jatuh di unit keperawatan

 

4.3 Angka tindakan persalinan normal/seksio saesaria  secara elective (terencana) yang di lakukan pada ibu hamil usia kehamilan  ≥ 37 minggu dan < 39 minggu

ANALISA : Pencapaian sudah sesuai dengan standar Pencapaian masih sedikit di atas standar, dari pasien elektif normal dan SC sebanyak 66 pasien 20 diantaranya berusia kehamilan ≥ 37 minggu dan < 39 minggu

4.4 Angka kejadian kelahiran SC pada wanita kehamilan pertama, bayi tunggal , usia kehamilan ≥ 37 minggu, , dengan letak normal ( posisi vertex)

ANALISA : Pada bulan agustus pemantauan pada indiktor ini belum bisa terdata, baru dapat terdata pada bulan september dan oktober, capaian sudah memenuhi standar

4.5 Pemberian ASI ekslusif selama bayi di rawat di RS

ANALISA : Pencapaian masih belum sesuai dengan standar dan mengalami penurunan dari bulan agustus, hal ini disebabkan beberapa bayi yang diberikan tindakan blue light untuk di berikan pasi sebagai tambahan asupan dan permintaan orang tua bayi dengan produksi ASI sedikit

 

Share