demo

Article

blog article

Pemeliharaan Kesehatan Gigi & Mulut pada Ibu Hamil

Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil sebaiknya mendapatkan perhatian yang serius, bahkan sejak sebelum atau sedang merencanakan kehamilan. Hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari penyakit gigi dan mulut yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil bahkan janin yang ada dalam kandungan. Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering ditemukan pada ibu hamil yaitu karies gigi (gigi berlubang), gingivitis (peradangan gusi), granuloma, halitosis (bau mulut), dan sariawan.
 
Karies gigi atau gigi berlubang adalah masalah yang sering ditemukan pada siapa saja, dan pada ibu hamil diperparah dengan adanya penurunan keasaman air liur yang mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi ibu hamil yang sering mual dan muntah seringkali mengakibatkan ibu hamil malas memelihara kebersihan rongga mulutnya. Akibatnya pembentukan plak dipercepat dengan adanya asam dalam mulut, melarutkan mineral gigi, sehingga mempercepat proses terjadinya gigi berlubang. Kondisi gigi berlubang yang didiamkan akan menimbulkan rasa ngilu saat makan manis atau dingin, yang akan menimbukan masalah pada pemenuhan nutrisi ibu hamil karena akan membuat ibu hamil malas makan. Dan apabila lubangnya semakin besar dan dalam akan sampai ke syaraf gigi yang akan menimbulkan sakit berdenyut bahkan gusi bengkak yang pastinya akan menimbulkan rasa sakit yang sangat tidak nyaman. Hal tersebut membuat ibu hamil akan kekurangan waktu istirahat karena rasa sakit membuat ibu hamil sulit tidur.
 
Pregnancy gingivitis atau peradangan gusi pada ibu hamil ditandai dengan penampakan klinis gusi yang berwarna labih merah daripada gusi normal, dan biasanya mudah berdarah saat menyikat gigi. Seringkali ditemukan pada bulan kedua kehamilan dan mencapai puncaknya di bulan ke delapan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon dan vaskularisasi gusi yang memberikan respon berlebih terhadap beberapa iritasi lokal. Beberapa iritasi lokal diantaranya yaitu plak, bakteri, adanya sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi, karang gigi, adanya tepi tambalan gigi yang tidak baik, pemakaian gigi tiruan, permukaan akar gigi yang kasar, atau penggunaan sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras. Perlu diketahui bahwa pada saat hamil hormon progesterone akan meningkat sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan peradangan gusi. Kekebalan tubuh juga berubah, sehingga reaksi tubuh terhadap iritasi lokal pun berbeda menjadi lebih sensitif.
 
Granuloma kehamilan atau Epulis gravidarum yaitu pertumbuhan berlebih pada gusi ibu hamil yang menyerupai tumor. Biasanya muncul pada trimester kedua kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir. Masalah ini tidak berbahaya tetapi seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. Penyebab kelainan ini belum diketahui secara pasti. Tapi berkaitan dengan adanya perubahan hormon pada ibu hamil, kebersihan gigi dan mulut yang kurang terjaga, adanya  trauma seperti gusi  yang tergigit saat makan, atau adanya pembuluh darah yang pecah.
Halitosis atau bau mulut biasanya ditemukan pada ibu hamil yang kurang memperhatikan kondisi kebersihan gigi dan mulutnya. Kondisi ibu hamil yg seringkali muntah dan volume air liur yang meningkat, disertai dengan malas menjaga kebersihan gigi dan mulut, membuat bakteri dan kuman penyakit mudah untuk tumbuh dan berkembang sehingga timbulah bau mulut yang kurang sedap.  
 
Sariawan juga sering ditemukan pada mulut ibu hamil. Daya tahan ibu hamil yang cenderung menurun mengakibatkan sariawan mudah terjadi. Sariawan bisa terjadi karena adanya trauma seperti gusi atau bibir yang tergigit saat makan, atau kekurangan mineral seperti asam folat dan vitamin B12.
 
Masalah-masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan dan pemeriksaan gigi dan mulut yang rutin pada ibu hamil. Perhatikan konsumsi makanan. Kurangi makanan manis untuk mencegah gigi berlubang. Dan hindari makanan yang keras, asam, pedas, asin untuk mencegah timbulnya sariawan. Perbanyak makanan bernutrisi baik karena pembentukan benih gigi sudah dimulai sejak janin berada dalam kandungan, sehingga baik buruknya kondisi gigi yang akan tumbuh pada anak sangat dipengaruhi nutrisi yang didapat ketika sang ibu sedang hamil. Selalu bersihkan sisa makanan dan plak yang menempel pada gigi. Sikat gigi secara benar dan rutin minimal dua kali dalam sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Bila perlu gunakan obat kumur antiseptik setelah menyikat gigi.
 
Pemeriksaan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi juga sangat diperlukan. Hal-hal yg bisa dilakukan dokter gigi untuk menjaga kesahatan gigi dan mulut selama masa kehamilan yaitu pembersihan karang gigi yang sudah terbentuk dengan cara scaling, penambalan gigi yang berlubang, dan apabila memungkinkan bisa dilakukan pencabutan gigi yang memang sudah tidak dapat lagi dilakukan perawatan atau penambalan. Lakukan kunjungan berkala ke dokter gigi walaupun belum timbul keluhan, karena tiap masalah gigi yang timbul dan diketahui sebelum terjadi keluhan akan lebih mudah diatasi dan diobati. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan dengan pengobatan atau perawatan.
 
Sumber : drg. Pradnya Stri Narenswari - RSIA Citra Ananda

Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.