News

Hal-hal Penting Untuk Mengurangi Resiko Keguguran

blog article

Keguguran atau Abortus adalah keluarnya hasil konsepsi/pembuahan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, dimana WHO menetapkan batas usia kehamilan kurang dari 20minggu atau berat janin kurang dari 500gram.

Gejala-gejala utama dari keguguran adalah perdarahan pervaginam, yang sering diikuti dengan keluhan kram pada perut dan nyeri di perut bagian bawah.

Insidens keguguran spontan adalah 15-20% dan lebih dari separuhnya dikarenakan oleh anomali kromosom, sehingga mayoritas keguguran itu tidak dapat dicegah.

Tapi, ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko dari terjadinya keguguran :

1. Konsumsi Asam Folat (Folic Acid)

Biasanya kehamilan baru diketahui pada saat usia 4-5 minggu dan saat itu janin masih berupa embrio. Multivitamin yang penting untuk ibu hamil yaitu yang mengandung minimal 400 mcg folic acid karena zat ini berfungsi untuk mempersiapkan rahim dan mengurangi resiko terjadinya penyakit spina bifida (tulang belakang tidak tertutup sempurna) pada bayi. Selain terdapat pada multivitamin untuk ibu hamil, folic acid terdapat pada brokoli, kembang kol, kol, wortel, jagung, kacang kedelai, jeruk, jambu klutuk, alpukat, sereal berbahan gandum atau jagung.

2. Hindari Stres

Stres bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi. Ketika ibu hamil mengalami stres, terutama pada trimester pertama, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Kadar hormon ini jika berlebihan dapat berpengaruh pada kesehatan bayi karena dapat melewati sawar plasenta, beberapa data menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mampu mengatasi stres dengan baik berisiko melahirkan bayi secara prematur.

3. Jaga Berat Badan

Pola makan dan makanan yang sehat adalah bagian yang penting dalam pola hidup sehat sehari-hari, apalagi disaat hamil akan menjadi semakin penting. Hindari pemikiran saat hamil harus “eat for two” atau makan dua kali lebih banyak karena sedang berbadan dua, tapi yang benar adalah makanlah dua kali lebih bergizi. Bila kita makan berlebihan, asupan kalori yang kelebihan akan membuat tubuh kegemukan, yang bisa meningkatkan resiko terjadinya Diabetes Gestasional (diabetes saat hamil) dan Preeklamsia (tekanan darah tinggi dalam masa hamil). Perkiraan kenaikan berat badan ibu hamil yang normal adalah 11-18kg.

4. Jangan Merokok

Melindungi bayi dari asap rokok adalah salah satu hal yang terbaik yang bisa dilakukan untuk memberikan anak awal yang sehat dalam hidupnya. Merokok saat hamil bisa memberi resiko terjadinya komplikasi pada kehamilan dan saat melahirkan spt kelainan jantung bawaan pada bayi, kerusakan otak, keguguran, stillbirth (lahir mati), lahir prematur, dan lahir dengan berat badan rendah.

5. Hindari Alkohol

Alkohol dapat menembus sawar plasenta, sehingga bisa mencapai bayi dalam kandungan. Alkohol bisa dipecah oleh organ hati, tapi bayi masih memiliki hati yang dalam tahap perkembangan dan belum matang untuk memecah alkohol, sehingga akan terdapat kadar alkohol yang tinggi dalam darah bayi. Hal ini akan beresiko terjadinya keguguran, lahir prematur, stillbirth (lahir mati), cacat lahir dan Fetal Alcohol Syndrome (FAS).

6. Batasi konsumsi Kafein

Konsumsi kafein yang berlebihan bisa menimbulkan gejala kecanduan, insomnia, jantung berdetak kencang, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, migrain dan tremor. Kafein di dalam kopi juga dapat menembus plasenta ibu hamil dan bisa berdampak pada janin yang dikandung. Baiknya konsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari.

7. Olahraga

Olahraga ringan namun rutin seperti jalan kaki, senam hamil dan birthing ball baik bagi ibu hamil. Olahraga bukan hanya akan memperkuat rahim sehingga mencegah keguguran, namun juga baik untuk mempersiapkan fisik saat akan menghadapi persalinan.

8. Cek kesehatan sebelum hamil

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, maka kita bisa merencanakan kesehatan keluarga dengan lebih baik lagi. Tindakan pengobatan dan pencegahan penularan penyakit yang bisa meningkatkan resiko keguguran pun bisa dilakukan sebelum punya anak, seperti rendahnya hormon tiroid, bentuk rahim tidak normal, infeksi TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), TBC dan STD (sexually transmitted disease).

dr. Gorga I. V. W. Udjung, SpOG - RSIA Bunda Jakarta


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.