RSIA Citra Ananda

News

7 Tips Mempersiapkan Kontrol Kehamilan

blog article

Bagaimana mempersiapkan kehamilan yang baik ?

Berikut tips yang dapat membantu pasangan saat konsultasi pra konsepsi ataupun pra nikah bahkan dalam mempersiapkan (kontrol) kehamilan agar lebih baik dan selanjutnya dapat lebih menikmati tiap kali pertemuan (dokter) serta mendapat manfaat yang optimal.   

 

Pertama…

Carilah informasi yang sebanyak-banyaknya tentang kehamilan itu sendiri, informasi bisa diperoleh melalui buku, majalah, ataupun artikel yang ada di dunia maya. Khusus untuk artikel yang diperoleh dari dunia maya pastikan dari sumber yang jelas (umumnya dari website resmi organisasi ataupun media yang dirilis secara update misalnya guidelines).

 

Kedua…

Setelah memperoleh informasi-informasi tentang kehamilan (disarankan upayakan dalam bentuk tulisan print-out/hard-copy atau buat tulisan tangan dengan mencatat sumber dan tahun rilis) pelajari dan buat urutan pertanyaan berdasarkan prioritas untuk hal-hal yang masih dirasakan belum jelas ataupun tidak menemukan jawaban dari sumber-sumber referensi. Prioritas dimaksudkan agar waktu yang terbatas saat konsultasi bisa dioptimalkan, efektif, dan efisien. Poin yang harus diingat penerimaan dan kapasitas pemahaman informasi tiap-tiap orang berbeda, tidak harus menjadi serba tahu ataupun serba mengerti dalam satu waktu pertemuan konsultasi.

 

Ketiga…

Diskusikan informasi-informasi yang sudah didapatkan dengan pasangan, upayakan masing-masing mengambil dan berbagi peran selama proses kehamilan. Hal yang menjadi perhatian utama adalah perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan, pemahaman yang baik terhadap setiap perubahan yang terjadi seiring bertambahnya umur kehamilan akan memberi respon yang lebih baik dan positif. Contoh yang sering ditemui adalah “ngidam”, bila tidak dipahami dengan baik dan direspon dengan positif tentu menyebabkan proses kehamilan kurang menyenangkan ataupun tidak dapat dinikmati, bahkan dapat menimbulkan gangguan dalam kehamilan.

 

Keempat…

Perbedaan pendapat dalam diskusi (informasi-informasi seputar kehamilan) dengan pasangan merupakan hal yang sangat wajar (apalagi perbedaan pendapat ataupun pandangan dengan keluarga besar entah itu dengan orangtua, mertua, kakak, adik, ataupun saudara/kerabat lainnya), sebaiknya perbedaan pendapat tersebut dicatat untuk kemudian disampaikan pada saat konsultasi dengan dokter. Sebagai sosok yang dianggap ahli tentu peran dokter akan menjadi “penengah” dengan tujuan bukan penentu benar atau salah tetapi memberikan pemahaman yang tepat dan sesuai dengan pendapat ataupun pandangan dari sisi ilmu kedokteran (bila memungkinkan ajak orang yang mempunyai pendapat berbeda turut serta dalam konsultasi).

 

Kelima…

Pahami dan kondisikan untuk setiap pertemuan dengan dokter dapat merupakan konsultasi, pemeriksaan, ataupun tindakan medis yang artinya optimalkan setiap (waktu) pertemuan yang ada. Buat tujuan yang akan dicapai disetiap pertemuan dan juga pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Fokus pada tujuan dan pertanyaan bukan dengan profil dokter (gaya, karakter, cara ataupun personal) sehingga bila ada yang belum jelas disampaikan ataupun pengulangan bila dirasakan perlu.

 

Keenam…

Pencatatan adalah hal penting, walaupun dokter mencatat dalam rekam medis baik manual ataupun elektronik; sebaiknya juga catatan penting ditulis pada buku kontrol (selalu bawa buku kontrol dan ingatkan dokter untuk mencatat di setiap pertemuan). Sampaikan informasi tentang diri secara terbuka dan sebenar-benarnya (misalnya perihal riwayat penyakit dahulu, saat ini dalam pengobatan, riwayat alergi, dll) dengan pernyataan yang lugas iya atau tidak, tidak tahu ataupun tidak ingat. Terkait riwayat penyakit ataupun perawatan sebelumnya upayakan mempunyai resume medis yang dilampirkan. Catatan yang sifatnya personal ataupun jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan selama pertemuan dengan dokter seandainya dapat dirangkum dan dikompilasikan tentu akan bermanfaat untuk diri sendiri ataupun dibagikan.

 

Ketujuh…

Penjadwalan ulang untuk pertemuan selanjutnya bilamana kondisi kehamilan normal tentu akan berbeda dengan kehamilan disertai resiko ataupun kondisi yang memerlukan penanganan/pengobatan khusus. Kehamilan dengan resiko pastikan mengetahui/mengenali gejala dan tanda bahaya (danger sign) agar dapat segera ke layanan darurat/gawat darurat ataupun kontrol lebih cepat dari penjadwalan ulang.


dr. John Arianto Sondakh, SpOG, M.Kes - RSIA Citra Ananda


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.