News

Pekerja Kantoran Beresiko Saraf Terjepit

blog article

Saraf Kejepit dapat dialami siapa saja, bisa dirasakan oleh berbagai latar belakang pekerjaan. Wajar jika orang lapangan atau yang memiliki beban kerja yang berat. Dalam beberapa penelitian juga dikatakan, orang yang sering mengendarai sepeda motor memiliki risiko lebih besar untuk terjadinya HNP, mencapai 2,7 kali lipat.

Namun jangan salah, pekerja kantoran pun memiliki potensi untuk terkena saraf kerjepit. Pekerta kantoran memiliki kebiasaan duduk yang tidak sehat. Rata-rata mereka duduk selama 6 jam, 3 sampai 4 jam sampai akhirnya berdiri. Kondisi tersebut padahal berbahaya bagi kesehatannya.

Semakin lama seseorang duduk, maka kondisi tubuhnya pun akan tidak sehat. Salah satu masalah yang bakal mereka hadapi adalah masalah low back pain atau penyakit tulang belakang. Bukan hanya nyeri, tetapi bisa sampai pada menggangu fungsi tulang belakang itu sendiri.

Bila kebiasaan duduk terlalu lama itu terus dilakukan, bukan hanya masalah tulang belakang yang akan dialami. Tetapi, komplikasi dari masalah tersebut pun bisa saja terjadi. Misalnya masalah infeksi tulang belakang bahkan sampai tumor tulang belakang.

Seseorang hanya boleh duduk selama satu jam lalu dia berdiri. Hal tersebut meminimalisir terjadinya penyempitan saraf di tulang belakang. Bila memang berdiri dirasa terlalu malas, Anda bisa mengakalinya dengan melonjorkan kursi untuk sekadar memberikan waktu istirahat pada tulang belakang.

Pada beberapa kasus juga sampai terjadi kelumpuhan. Tapi, itu dilihat juga dari penyebab lain dari masalah sebelumnya. Kelumpuhan terjadi diakhibatkan saraf kejepit. Pada usia produktif, biasanya saraf terjepit terjadi karena aktivitas harian yang terlalu berat. Duduk membungkuk terlalu lama akan membuat tulang di bagian tersebut tertekan dan mengenai saraf sehingga timbul nyeri.

"Posisi duduk yang salah juga dapat menyebabkan saraf terjepit. Kita sering duduk dengan posisi membungkuk. Ini salah. Posisi duduk yang baik adalah tegak dan menyandar. Kelainan bentuk tulang punggung (skoliosis) juga dapat menjadi penyebab saraf terjepit. Biasanya kelainan tulang punggung ini karena kebiasaan berdiri dan duduk yang salah sehingga tulang punggung jadi tidak lurus atau cenderung membungkuk."

Jadi kurangi intensitas duduk Anda, selangi dengan aktivitas berdiri atau berjalan sekali dalam setiap jam. Rileksasikan tubuh Anda sehingga tidak terlalu tegang, usahakan posisi punggung tegak dan ingat, jika Anda memiliki berat badan yang cukup besar, sebaiknya dikurangi dengan diet sehat dan olahraga secukupya. Karena berat badan juga mempengaruhi kesehatan tulang belakang.

dr. Ibnu Benhadi, SpBS(K) – RSU Bunda Jakarta


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.