News

Faktor Penyebab Meningkatnya Resiko penyakit Jantung Koroner

blog article

penyakit Jantung Koroner ( PJK ) berkembang dari penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolagen, sel inflamasi dan zat lainnya yang terkumpul di dinding arteri koroner, yang disebut aterosklerosis. Seiring waktu, plak ini bisa mengapur dan mengeras, dan arteri bisa menjadi sempit atau tersumbat. Bila ini terjadi, suplai darah kejantung menjadi terbatas. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada, serangan jantung, gagal jantung dan beberapa masalah irama jantung.

Inilah beberapa faktor resiko penyakit jantung . Empat faktor pertama tidak dapat Anda kendalikan, sementara delapan sisanya dapat Anda kendalikan.

1. Usia

Lebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner berusia 65 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko meninggal karena serangan jantung dalam beberapa minggu setelah serangan dibandingkan laki-laki.

2. Laki-laki

Laki-laki lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan perempuan dan mengalaminya pada usia yang lebih muda. Setelah menopause, angka kematian wanita karena serangan jantung meningkat, tetapi tetap tidak setajam peningkatan pada laki-laki.

3. Riwayat Keluarga

Mereka yang memiliki riwayat keluarga atau saudara dekat berpenyakit jantung cenderung lebih berisiko mengidapnya.

4. Ras

Ras kulit hitam, hispanik, India, dan Asia memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada ras kulit putih.

5. Merokok

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dua hingga empat kali lipat.

6. Kolesterol Tinggi

Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (“kolesterol jahat”) tinggi dan HDL (“kolesterol baik”) yang rendah.

7. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung, membuat jantung menebal dan kaku, dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung. Bila tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas, merokok, kolesterol tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat.

8. Gaya Hidup Kurang Gerak

Kurang bergerak badan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

9. Kegemukan

Orang yang kegemukan (lebih dari 20% berat badan ideal) cenderung berisiko penyakit jantung dan stroke, bahkan bila mereka tidak memiliki faktor risiko lainnya.

10. Diabetes

Memiliki diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sekitar tiga perempat penderita diabetes meninggal karena sejenis penyakit jantung atau pembuluh darah.

11. Stres dan Kemarahan

Stres dan kemarahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

12. Minum Alkohol

Banyak meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan gagal jantung dan stroke. Meminum alkohol juga dapat meningkatkan trigliserida, menyebabkan kanker dan detak jantung tidak beraturan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami serangan sakit pada bagian dada yang intens, disertai dengan keringat dingin dan rasa lemas, segera hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat.  Terkadang pasien keliru mengira angina sebagai “masuk angin”. Hal ini yang sering kali membuat pasien terlambat mendapatkan pertolongan.  Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi, indeks lemak darah yang tinggi, diabetes, kegemukan, atau apabila anda merokok. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko terkena PJK. 

Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah dan mengurangi perkembangan penyakit.

Tim Bunda Heart Centre – RSU Bunda Jakarta


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.