RS Bunda Group

RS Bunda Group

Berita & Artikel

Hernia Lipat Paha Pada Anak

Apa itu Hernia lipat paha?

Hernia lipat paha atau Hernia Inguinalis pada anak merupakan hernia yang paling sering di temukan pada anak laki-laki daripada perempuan de ngan perbandingan 10 banding 1. Angka kejadian pada bayi premature lebih tinggi, yaitu 13% pada kelahiran < 32 minggu, dan 30% pada kelahiran < 1.000 gram.

Mengapa bisa timbul Hernia Inguinalis?

Hernia Inguinalis terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Proses dimulai dengan timbulnya penojolan lapisan terdalam rongga perut yang disebut Peritoneum dan masuk kedalam scrotum (kantong kemaluan pada laki-laki) atau labium (bibir kemaluan pada perempuan). Penonjolan peritoneum dimulai pada minggu ke 12 kehamilan dan menutup spontan pada minggu ke 36-40 kehamilan.

Pada janin laki-laki, kantong peritoneum terjadi akibat tarikan testis (buah zakar) yang awalnya terletak dalam rongga perut, dan akan turun ke scrotum. Pada anak perempuan kantongterjadi saat pembentukan ligament yang akan mempertahankan posisi uterus (Rahim). Akibat terbentuknya kantong tsb., terdapat hubungan antara rongga perut dengan seluruh isinya (usus dll) dengan scrotum atau labium. Setelah penurunan testis atau pembentukan ligament selesal, kantong akan menutup dan hubungan dengan rongga perut hilang. Bila kantong tidak menutup sampai setelah lahir, akan timbul hernia lipat paha.

Gejala yang terlihat adalah bila terjadi kenaikan tekanan rongga perut misalnya saat menangis atau saat mengedan, usus akan terdorong masuk scrotum melalui lubang yang tidak menutup. Secara klinis akan terlihat timbulnya benjolan di lipat paha. Bila penderita berhenti menangis dan tekanan dalam perut menurun, benjolan akan hilang karena usus sudah masuk kembali kedalam perut.

Bagaimana penanganannya.?

Hernia lipat paha tidak bisa menutup sendiri sehingga untuk menghilangkan heria, kantong tsb harus ditutup. Penutupan dapat dilakukan dengan operasi “terbuka” atau dengan alat laparoscopy. Untuk Hernia, kedua teknik membuat luka kecil. Akhir-akhir ini Laparoskopi menjadi teknik popular terutama untuk operasi besar. Bila dilakukan dengan teknik “terbuka” operasi besar harus membuat sayatan besar. Operasi besar dengan laparoskopi ,lebar luka hanya beberapa centimeter, dengan nyeri yang ringan, sehingga lama perawatan dapat lebih singkat.

dr. Amir Thayeb, SpB (K) BA – Dokter Bedah Konsultan Bedah Anak RSIA Bunda Jakarta

Jadwal Praktek :

Senin & Jum’at Pkl 16.00 – 18.00

Bagikan Artikel Ini: