RS Bunda Group

Berita & Artikel

Endometriosis Pada Perempuan

Endometriosis adalah suatu gejala yang ada pada sistem reproduksi perempuan. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan dari lapisan dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim, yang dapat memicu timbulnya rasa sakit tak tertahankan.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Teratur? Waspada! Berikut 10 Penyebabnya

Selain itu, penyakit ini dapat mengganggu kesuburan perempuan pada saat fase menstruasi. Jika tidak segera dilakukan pengobatan maka dapat menimbulkan komplikasi, selain juga akan sangat mempengaruhi proses program kehamilan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala Endometriosis ?

Tanda dan gejala endometriosis adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Tingkat keparahan nyeri dapat berbeda-beda pada setiap perempuan.

Namun, secara umum rasa nyeri ini biasanya akan bertambah parah saat menstruasi atau melakukan hubungan seksual, selain itu juga tanda-tanda yang umum di rasakan antara lain :

  1. Nyeri yang terasa menjalar dari perut bagian bawah, punggung, hingga kaki.
  2. Kram, dan bisa disertai dengan mual, muntah, atau diare.
  3. Mengalami masalah saat buang air kecil.
  4. Mengalami masalah pencernaan, misalnya sembelit atau diare.
  5. Infertilitas

Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala endometriosis tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter obstetric dan ginekolog RSIA Bunda Jakarta

Penyebab dari Endometriosis?

Penyebab utama endometriosis masih belum diketahui. Namun, diduga adanya faktor genetik, lingkungan, dan anatomi tubuh yang turut berperan dalam munculnya kondisi ini.

Beberapa kondisi yang diduga jadi penyebab edometriosis adalah:

  1. Menstruasi Retrogade
  2. Perubahan sel embrio
  3. Kelainan system kekebalan tubuh
  4. Bekas luka bedah.
  5. Pengedaran sel endometrium.

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Miom dan Kista

Apa yang meningkatkan resiko endometrium ?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit endometriosis adalah:

  1. Tidak pernah melahirkan.
  2. Salah satu anggota keluarga (ibu, tante, atau saudara perempuan) memiliki riwayat penyakit ini.
  3. Darah menstruasi terhambat oleh suatu kondisi medis.
  4. Pernah mengalami infeksi pelvis.
  5. Memiliki kelainan pada rahim.
  6. Mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun.
  7. Bentuk abnormal pada rahim, leher rahim, atau vagina yang menghambat atau memperlambat menstruasi.

Pengobatan yang di lakukan

Sampai sekarang, penyebab kondisi ini belum diketahui, maka pengobatan untuk mengatasi endometriosis secara akurat pun belum dapat ditentukan. Pengobatan yang ada umumnya hanya untuk meringankan gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan abnormal endometrium, meningkatkan kesuburan, serta mencegah kambuhnya gejala. Secara umum, berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit endometriosis adalah:

  1. Minum obat Pereda nyeri
  2. Terapi hormone
  3. Operasi Endometriosis

Baca Juga: 7 Kondisi Pada Wanita yang Harus Mengalami Histerektomi Total

Akan tetapi, hati-hati dengan kemungkinan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan operasi. Pertimbangkan dengan baik segala efek samping dan risiko komplikasi, konsultasikan segala bentuk terapi ke Dokter Obstetri dan Ginekolog RSIA Bunda Jakarta.

dr. Rizka Yurianda, Sp.OG (K) Fer  – Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan RSIA Bunda Jakarta

Jadwal Praktek :

Senin, Rabu, Jum’at : 17.00 – 20.00

Sabtu : 18.00 – 20.00

Bagikan Artikel Ini: