News

Diabetes Jangan Halangi Aku Hamil

blog article

Meski diabetes, ibu hamil yang mendapat terapi insulin dan diet tepat terbukti dapat membuat wanita yang memiliki anak . Risiko terjadi gangguan pada saat melahirkan dan bayi dapat dicegah.

Ibu hamil tentunya menginginkan bayi yang sehat. Namun, calon ibu perlu fokus jika telah mengetahui dirinya mengidap diabetes gestasional. Hal ini bertujuan melindungi kesehatan buah hatinya kelak.

Menurut Mayo Clinic, Diabetes Gestasional merupakan jenis diabetes yang terjadi saat kehamilan. Kondisi itu tentu memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin karena kadar gula tinggi. Data International Diabetes Federation menyebutkan, 1 dari 7 kelahiran dipengaruhi oleh diabetes melitus gestasional.

RISIKO & KOMPLIKASI

Meski terkadang diabetes gestasional dapat bersifat sementara, ada berbagai komplikasi dan risiko akibat diabetes gestasional bagi ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik. Seperti Preeklamsiaa atau Eklamsia (komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Sedangkan eklamsia adalah komplikasi berat preeklamsia); komplikasi persalinan (bayi lahir prematur).

Komplikasi juga dapat mengenai bayi. Diantaranya,  Makrosomia (ukuran bayi besar ketika lahir dengan berat lebih dari 4 kilogram); Stillbirth (bayi meninggal ketika lahir setelah 24 minggu masa kehamilan).

Tubuh calon ibu dengan diabetes gestasional tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk menjaga kadar glukosa tetap terkendali. Selain itu, mereka lebih cenderung memiliki resistensi insulin, yang berarti insulin tidak bekerja dengan baik di dalam tubuh mereka. Wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung memiliki resistensi insulin dan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional. 

PENANGAAN

Meski risiko DG tampak menakutkan, tetap sehat dan memiliki bayi yang sehat tetap dapat terwujud. Beberapa pakar menjelaskan diet dan olahraga merupakan pengobatan lini pertama untuk diabetes gestasional

Tak hanya itu,  calon intu perlu melatih dan menghitung kebutuhan karbohidrat. Salah satu caranya "metode piring" (mengisi setengah piring dengan sayuran, seperempat daging tanpa lemak dan seperempat biji-bijian). Tentunya kebutuhan karbohidrat setiap calon ibu berbeda-beda. Sebaiknya calon ibu mengkomunikasi dengan dokter sebelum menjalankan diet makan.

Calon ibu meski tidak menderita diabetes, namun memiliki kelebihan berat badan akan berisiko menderita DG saat nanti hamil. Karenanya mereka perlu menurunkan berat badan sebelum hamil. Mengurangi berat hingga lima persen dapat mengurangi risiko Anda untuk menderita diabetes

Calon ibu dapat melakukan olahraga. Pastikan Calon ibu memeriksa dengan dokter untuk latihan terbaik. Hanya berjalan berjalan 10 hingga 15 menit setelah makan akan meningkatkan kontrol gula darah pada satu jam setelah makan

Yang terpenting, tetap periksa kadar glukosa darah calon ibu sepanjang hari seperti yang direkomendasikan oleh dokter. Pakar merekomendasikan calon ibu perlu tes diabetes gestasional sebelum sarapan dan satu jam setelah makan.

Diabetes bukan alasan untuk tidak hamil. Selama calon ibu dapat mengontrol kadar glukosa, semua risiko dapat diminimalkan. 

dr. Winda Permata Bastian, SpPD - RSIA Citra Ananda


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.