News

Pria Bergumul dengan EREKSI

blog article

Masalah disfungsi seksual tak lepas dari kaum pria. Berbagai riset dilakukan untuk menemukan obat - obat yang mujarab. Namun, hasilnya belum joss. Akibatnya kaum adam pun akan terus melakukan apa saja agar ”mahkota” nya tetap kokoh dan ia pun bergumul pada persoalan klasik ini. Tidak mampu ereksi, Apa sebabnya?

Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan kondisi dimana pria gagal mencapai dan mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Orang awam dapat menyebutnya alat vital pria kurang keras, lembek. Seseorang yang keinginan untuk melakukan hubungan seksual berkurang secara progresif dapat dihubungkan, ia mengalami disfungsi ereksi.

Mekanisme ereksi berhubungan dengan suatu rangsangan yang diterima baik secara imajiner (berkhayal), pandangan, pendengaran atau perabaan. Rangsangan tersebut memicu terbukanya pembuluh darah di dalam penis, sehingga aliran darah bertambah banyak yang membuat organ vital pria bertambah besar dan keras. Proses tersebut sangat ditentukan bagaimana kondisi psikologis dan kondisi organ vital pria tersebut.

Ketidaksempurnaan ereksi dikarenakan aliran darah pada organ pria ini terhambat. Lantaran darah yang masuk ke penis sedikit. Alat kelamin pun sulit membesar dan menegang.

Menurut dr. Boyke, analogi ereksi yang paling bagus itu adalah mentimun. Kemudian, ereksi sedang seperti pisang, Sementara ereksi yang buruk itu seperti sosis. Tapi sebetulnya secara ilmiah ereksi dibagi menjadi 4 ukuran yaitu derajat 1 (E1), derajat 2 (E2), derajat 3 (E3) dan derajat 4 (E4). Yang paling bagus adalah E4 yaitu kekerasan yang cukup untuk penetrasi.

Ereksi sebenarnya menjadi awal sebuah aktivitas seksual pria. Puncak dari aktivitas seksual adalah orgasme yang ditandai adanya ejakulasi atau keluarnya cairan sperma. Jadi ereksi sangat berhubungan dengan fungsi reproduksi seorang pria.

Secara alamiah ereksi yang kuat bias melakukan penetrasi yang diakhiri ejakulasi yang mengeluarkan cairan yang mengadung sel sperma untuk bertemu dengan sel telur wanita sehingga terjadi pembuahan. Meskipun dengan kemajuan teknologi bayi tabung, seorang pria masih memungkinkan punya anak walaupun ada gangguan ereksi.

PENYEBAB

Impotensi dapat disebabkan oleh factor organik (fisik) maupun non-organik (psikis). Faktor organik diantaranya gangguan pembuluh darah, hormonal, otot, dan syaraf. Sedangkan faktor non-organik seperti psikologis dan stres. Jadi gangguan atau disfungsi ereksi dibagi menjadi tiga, yaitu: Organik, Psikogenik, dan Campuran keduanya.

Disfungsi ereksi organik biasanya diderita kaum pria yang sudah lanjut usia dikarenakan proses penuaan organ vital terutama pembuluh darah sudah tidak lentur lagi sehingga sulit melebar saat terjadi rangsangan seksual. Pada sebagian kaum muda, disfungsi ereksi lebih banyak disebabkan faktor psikologis karena biasanya organ vitalnya masih baik.

Kondisi fisik yang berpengaruh pada disfungsi ereksi meliputi adanya diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi. Gaya hidup juga berpengaruh terhadap kemampuan ereksi; merokok, alkohol, narkoba adalah contoh gaya hidup yang menyebabkan gangguan ereksi.

Kondisi psikis yang tidak sehat juga mempengaruhi kemampuan ereksi. Stres yang tinggi baik di lingkungan kerja, di jalan raya dan kehidupan rumah tangga juga bisa menjadi pemicu gangguan ereksi. Untuk membedakan disfungsi ereksi tersebut disebabkan oleh organ atau psikis, ada alat yang namanya Rigiscan. Sehingga penanganan gangguan atau disfungsi ereksi menjadi lebih tepat.

TERAPI

Terapi gangguan ereksi tergantung dari apa penyebab gangguan tersebut. Pada tipe organik bisa dilakukan mulai dengan obat-obatan yang diminum. Bila tidak berhasil dengan obat bisa diganti dengan terapi suntik atau vakum. Saat ini ada terapi disfungsi ereksi menggunakan teknologi gelombang kejut yang disebut Low Intensity Shock Wave Teraphy (Li-SWT) atau Extracoporeal Shock Wave Teraphy (ESWT). Apabila masih belum berhasil, bisa dilakukan pemasangan prosthesis atau implan di dalam penis.

Prinsip pengobatan disfungsi ereksi adalah membuat pembuluh darah di penis menjadi lebih lebar dan darah semakin banyak mengisi. Obat minum untuk disfungsi ereksi diberikan untuk membantu otot polos pembuluh darah di penis melebar. Sehingga dengan melebar akan semakin banyak darah yang masuk yang menyebabkan penis membesar dan mengeras. Sama dengan obat minum, suntikan juga akan membuat pembuluh darah menjadi lebar. Vakum adalah alat yang dipasang di penis yang membuat tekanan negative ruang di dalam pembuluh darah, sehingga akan semakin banyak darah mengalir dan mengisi.

Penemuan baru yaitu dengan gelombang kejut yang ditembakkan ke penis, diharapkan pembuluh darah akan lebih elastis dan merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru. Awal mulanya alat gelombang kejut tersebut dipakai umtuk memecah batu ginjal, tetapi dalam penelitian telah dicoba dengan intensitas yang sangat rendah yaitu hanya 10 persen saja ternyata bisa merangsang tumbuhnya pembuluh darah baru di penis.

Sebagai pilihan terakhir terapi disfungsi ereksi yaitu mengganti pembuluh darah di dalam penis dengan prosthesis yang terbuat dari semacam silicon yang di tanam di dalam penis melalui operasi. Cara kerjanya yaitu dengan memompa bila dibutuhkan untuk ereksi dan dikempeskan bila sudah selesai.

Apabila masalah gangguan ereksi disebabkan oleh psikis, maka psikoterapi adalah penting. Dimulai dengan konseling untuk mengetahui stresornya yang menjadi akar penyebab masalah. Suatu saat disamping psikoterapi adakalanya terapi obat juga diberikan untuk penderita jenis gangguan campuran (fisik dan psikis).

Dengan kemajuan ilmu kedokteran saat ini melalui spesialis urologi, penanganan gangguan ereksi akan menjadi lebih baik. Jadi kaum pria bias mengakhiri pergumulannya. 

dr. Sigit Solichin, SpU – RSU Bunda Jakarta


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

#savingliveswithbunda #rsubundajakarta #rsbundagrup #bmhs1973

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.