RS Bunda Group

RS Bunda Group

Eracs

Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah metode pemulihan yang dikembangkan untuk meminimalisir rasa nyeri dan juga mempercepat penyembuhan paska operasi pada pasien. ERAS juga dapat digunakan dalam proses persalinan atau operasi melahirkan yang disebut sebagai ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery). Metode ini mengoptimalisasi persiapan-persiapan operasi mulai dari sebelum operasi, pada saat operasi, hingga paska operasi sehingga akan memberikan dampak positif pada proses pemulihan pasca operasi. Pada saat 1 minggu sebelum operasi pasien melakukan konseling dengan dokter kandungan dan dokter anastesi agar pasien dapat mempersiapkan mental dan mengurangi kecemasan sebelum operasi. Dilakukan juga pemeriksaan darah untuk menyingkirkan kelainan-kalainan yang dapat mengganggu jalannya operasi. Pada saat mulai dirawat, 6 jam sebelum operasi, pasien dipastikan sudah tidak mengonsumsi makanan padat dan pasien biasanya akan diberikan minuman tinggi kalori 2 jam sebelum operasi dilakukan. Pada saat operasi, dilakukan pembiusan pada tulang belakang oleh dokter anastesi dengan obat dosis rendah. Selain itu dokter kandungan akan meminimalisir besar luka sayatan dan manipulasi organ dalam saat operasi. Hal ini bertujuan untuk dapat mempercapat proses pemulihan paska tindakan operasi pada pasien.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan kandungan RSIA Bunda Jakarta dr. Muhammad Ardianto Airlangga, SpOG Dengan ERACS, pasien akan dimotivasi dan didampingi untuk mobilisasi berjalan segera setelah operasi. Pasien juga diberikan obat anti nyeri dan anti mual agar keluhan mual dan nyeri tidak mengganggu pasien untuk mobilisasi segera paska operasi.

Seluruh Rumah Sakit Bunda sudah menerapkan protokol ERACS, karena dengan teknik ini proses pemulihan paska operasi akan berlangsung lebih cepat. Selain itu rasa nyeri dan komplikasi yang disebabkan akibat imobilisasi pun bisa diminimalisir. Jenis anestesi yang digunakan pada pasien melalui teknik ERACS pun dipilih khusus untuk mendukung proses pemulihan pasien secara cepat. Dokter anestesi biasanya akan menggunakan jarum dengan ukuran yang sangat kecil, dosis obat seminimal mungkin, dan jika memungkinkan akan menggunakan anestesi regional. Hal ini bertujuan agar pasien dapat segera aktif bergerak paska operasi dan membutuhkan waktu yang singkat untuk menjadi normal kembali. Penggunaan obat dosis rendah tidak mengurangi lama dan efek menghilangkan nyeri,tetapi mengurangi lama efek imobilisasi.

Pelaksanaan ERACS akan lebih optimal pada operasi yang terjadwal, akan tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan sama sekali pada operasi emergensi atau darurat. Beberapa langkah ERACS saat operasi dan paska operasi masih dapat dilakukan secara lengkap pada operasi emergensi.

Penggunaan metode ERACS pada persalinan dapat mengurangi beban operasi pada ibu, keluarga, dan masyarakat baik secara fisik, psikis, dan finansial. Sesuai dengan banyak studi yang sudah dilakukan, berdasarkan testimoni pengalaman pasien yang sudah mengalami sesar konvensional dan ERACS di RS Bunda, sebagian besar menyatakan banyak merasakan manfaat dari metode ERACS dibandingkan konvensional, seperti berkurangnya trauma operasi, pemulihan yang lebih cepat, dan kepuasan setelah operasi.

Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan dan pemulihan pasca operasi dengan teknik ERACS menjadi issue yang sangat diperhatikan, mereka berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca tindakan operasi.

 

Kelebihan persalinan ERACS

Adapun beberapa kelebihan persalinan menggunakan teknik ERACS antara lain sebagai berikut:

  1. Lama perawatan di RS menjadi lebih singkat
  2. dua jam paska operasi sudah bisa beraktivitas
  3. Pasien bisa langsung diberikan nutrisi paska operasi
  4. Rasa sakit dan nyeri persalinan sangat minimal
  5. Komplikasi paska operasi berkurang
  6. Pemulihan cepat

 

Langkah-langkah pemulihan cepat pada operasi dengan ERACS adalah sebagai berikut:

Pre Operasi:

  1. Konseling mengenai langkah2 operasi oleh dokter kandungan dan anastesi untuk mempersiapkan mental dan fisik pasien sebelum operasi
  2. Puasa makan padat 6 jam sebelum Dianjurkan mengkonsumsi minuman tinggi kalori pada 2 jam sebelum operasi
  3. Pemasangan Infus untuk pemberian cairan dan obat-obatan

 

Intra Operasi:

  1. Pembiusan dilakukan di kamar operasi dengan teknik spinal dengan jarum terkecil dan obat dosis rendah
  2. Setelah dipastikan pembiusan berhasil,operator melakukan sayatan dengan luka seminimal Segera setelah bayi lahir, operator akan melakukan delayed cord clamping, kemudian bayi akan diperiksa oleh Dokter Anak untuk memastikan apakah bayi sehat dan selanjutnya didekatkan ke dada ibu (IMD).

 

Pasca Operasi:

  1. Bila kondisi ibu memungkinkan segera dibantu untuk duduk,berdiri,dan berjalan secara bertahap dalam 1-2 jam setelah operasi
  2. Minum dapat dilakukan setelah ibu pindah ke ruang pemulihan, disarankan untuk mengunyah permen karet pada saat di ruang pemulihan untuk merangsang gerakan Setelah pindah ke ruang perawatan, ibu sudah boleh makan biasa.
  3. Lepas kateter dan BAK sendiri ke kamar mandi dalam 2-6 jam setelah operasi
  4. Memberikan ASI kepada bayi
  5. Pemeriksaaan darah post operasi
  6. 24 – 48 jam pasca operasi bila tidak ada penyulit dan kondisi ibu dan anak baik bisa melanjutkan perawatan di rumah.