RS Bunda Group

Berita & Artikel

Endoskopi Aman Untuk Anak, Apakah Sama Dengan Endoskopi Pada Orang Dewasa?

  • Beranda
  • Endoskopi Aman Untuk Anak, Apakah Sama Dengan Endoskopi Pada Orang Dewasa?
dokter melakukan endoskopi pada anak dengan aman dilengkapi alat-alat yang canggih

Endoskopi merupakan tindakan menggunakan alat yang berbentuk seperti tabung yang berukuran sangat kecil yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh hingga ke saluran pencernaan yang ingin diperiksa.   

Pada bagian ujung alat endoskopi memiliki sumber cahaya dan kamera sehingga dapat menilai kondisi di bagian dalam organ tersebut. Biasanya alat endoskopi juga dapat dihubungkan ke monitor sehingga dapat melihat hasil pemeriksaannya secara langsung.  

 Endoskopi dapat melakukan pemeriksaan terhadap berbagai organ sistem pencernaan seperti lambung, usus dua belas jari, usus besar, saluran empedu hingga pankreas. Selain sistem pencernaan, metode endoskopi juga dapat dilakukan untuk memeriksa area sendi dan kantong kemih. 

 Persiapan endoskopi pada Anak

Sama halnya dengan endoskopi pada dewasa, endoskopi pada anak juga memerlukan berbagai persiapan sebelum tindakan. Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang awal. 

Dari pertimbangan dokter yang menangani, akan dinilai perlu tidaknya pemeriksaan penunjang lanjutan seperti endoskopi. Jenis endoskopi juga dipengaruhi oleh keluhan dan lokasi yang akan diperiksa. Untuk pemeriksaan lambung akan dilakukan gastroskopi, sedangkan pemeriksaan usus besar dilakukan kolonoskopi.  

Sebelum tindakan, anak akan diminta untuk berpuasa untuk mencegah terjadinya aspirasi, yaitu masuknya makanan ke saluran pernapasan yang dapat menyebabkan gagal napas. Selain itu, puasa penting dilakukan untuk memperoleh hasil endoskopi yang lebih jelas. 

Sebelum tindakan gastroskopi, anak akan diminta untuk berpuasa sekitar 6-8 jam sebelum tindakan. Sedangkan untuk kolonoskopi, anak juga akan disarankan untuk konsumsi makanan rendah serat selama beberapa hari sebelumnya. Selain itu, anak juga akan diberikan obat pencahar dan hanya boleh konsumsi cairan bening sebelum tindakan. 

Perbedaan Endoskopi pada Anak dan dewasa 

Perbedaan tindakan endoskopi pada anak dengan dewasa terdapat pada ukuran alat yang digunakan. Pada anak, akan digunakan ukuran yang lebih kecil dan disesuaikan dengan kebutuhan. Organ pencernaan anak cenderung lebih kecil dan sensitif. 

Tindakan endoskopi pada dewasa biasanya jarang sekali menggunakan metode anestesi atau pembiusan karena kondisi emosionalnya yang lebih stabil dan dapat mengontrol diri. Namun untuk tindakan endoskopi pada anak, metode sedasi memiliki peranan penting. 

Anestesi umum atau general anesthesia dibutuhkan sebelum tindakan endoskopi pada anak agar dapat menjaga anak tetap tenang selama proses tindakan dilakukan sehingga dapat meminimalisir berbagai risiko efek samping atau komplikasi yang dapat terjadi pasca tindakan.  

Meskipun belum terlalu mengerti terkait tindakan yang akan dilakukan, namun penting untuk menjelaskan pada anak terkait apa yang akan dilakukan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.  

Dengan melakukan hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan anak karena ada keterlibatan secara langsung. Selain itu, dukungan emosional juga penting untuk diberikan kepada anak, baik dari pihak tim medis maupun dari anggota keluarga sehingga anak juga dapat lebih tenang.  

Pada dewasa, tindakan endoskopi biasanya dapat dilakukan tanpa rawat inap atau cukup dengan one day care. Sedangkan pada anak, penting untuk dilakukan rawat inap untuk bisa memantau lebih ketat dan intensif pasca tindakan mengingat sistem pencernaannya yang lebih sensitif dan lebih berisiko mengalami berbagai efek samping dan komplikasi. 

Terkait jangka waktu yang diperlukan untuk rawat inap pasca tindakan endoskopi, hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pasien, kasus yang mendasari dan penilaian pasca tindakan. Dokter akan menggunakan berbagai faktor tersebut sebagai bahan pertimbangan. Anak juga akan disarankan untuk melakukan kontrol pasca tindakan endoskopi untuk evaluasi lebih lanjut. 

Bagikan Artikel Ini: