RS Bunda Group

Berita & Artikel

Demam Berdarah Pada Anak

demam-berdarah-pada-anak

Demam berdarah atau DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan melalui perantara nyamuk betina jenis Aedes aegypti. DBD juga merupakan salah satu penyebab kematian anak yang cukup tinggi di Asia, termasuk di Indonesia. Anda dapat mempelajari gejala DBD pada anak lebih lanjut di klinik anak.

Baca Juga: Waspada! Cek Kesehatan Anak di Klinik Alergi Anak

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Gejala demam berdarah biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan pada sebagian besar anak bisa sembuh setelah seminggu. Namun penyakit ini dapat mengancam nyawa dalam waktu beberapa jam dan seringkali membutuhkan penanganan di rumah sakit.

Demam tanpa adanya gejala lain merupakan ciri-ciri DBD pada anak yang tergolong ringan. Sementara DBD dengan gejala berat kemungkinan akan berdampak pada kerusakan organ, perdarahan, dehidrasi bahkan kematian. Jika Anak mulai menunjukkan gejala demam berdarah, Anda perlu segera mereservasikan kunjungan dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis Demam Berdarah

Demam berdarah sendiri memiliki 3 jenis, yakni demam dengue, demam berdarah dengue, dan dengue syok syndrome (DSS). Berikut adalah penjelasannya:

Demam Dengue 

Tipe ini adalah bentuk DBD ringan yang tidak atau belum menyebabkan perdarahan. Pada awalnya penyakit ini hanya menimbulkan gejala demam dan seringkali sulit dibedakan dengan gejala awal flu atau infeksi virus lain.

Baca Juga: Perkembangan Cephalocaudal dan Proximodistal pada Anak

Demam Berdarah Dengue 

Bentuk demam dengue disertai gejala sakit atau nyeri pada ulu hati terus menerus. Gejalanya berupa perdarahan pada hidung, mulut, gusi atau memar pada kulit. Beberapa penderita juga mengalami muntah terus menerus yang kadang disertai darah.

Dengue Syok Syndrome (DSS) 

Demam berdarah ini tergolong berat, ditandai dengan rasa haus berlebihan (tanda dehidrasi), perdarahan yang parah, tekanan darah menurun drastis, mengantuk terus menerus hingga penurunan kesadaran, dan kebocoran plasma uyang berisiko kematian.

Fase Penyakit Demam Berdarah

Fase Demam Berdarah Pertama

Pada hari 1-3, penderita akan mengalami demam yang mendadak tinggi yang disertai dengan gejala sakit kepala, sakit di belakang bola mata, badan ngilu dan nyeri, mual serta kadang disertai dengan bintik merah pada kulit. Selain gejala di atas, terkadang pada fase pertama ini juga mengalami nyeri tenggorokan, infeksi pada tenggorokan, dan selaput yang melindungi kornea mata.

Fase Demam Berdarah Kedua

Pada hari 4-5, penderita akan memasuki fase kritis, ditandai dengan demam mulai turun dan kadar trombosit darah mengalami penurunan. Gejala ini membuat banyak orang menganggap bahwa penderita telah sembuh dari DBD pada fase kritis ini, padahal pada fase ini kemungkinan akan terjadi Dengue Shock Syndrome yang dapat menyebabkan perdarahan hingga penurunan kesadaran.

Fase Demam Berdarah Ketiga

Pada hari 6-7 barulah penderita DBD memasuki fase penyembuhan. Fase ini ditandai dengan kondisi penderita yang mulai membaik, mulai nafsu makan, peredaran darah mulai membaik dan normal, serta frekuensi buang air kecil juga mulai membaik dan kembali normal. Pada fase ini, penderita harus banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang agar tubuh kembali sehat, juga meningkatkan kadar trombosit darah yang sebelumnya turun.

Pengobatan dan Penanganan DBD

Hingga saat ini belum ada metode pengobatan spesifik untuk mengobati demam berdarah. Penanganan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi, sambil membantu tubuh untuk melawan virus dengue dan sembuh secara alami.

Penanganan DBD sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan pemantauan dari dokter hingga kondisi anak membaik. Bila dokter mengizinkan si kecil dirawat di rumah, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk merawat si kecil yang sedang sakit DBD:

Baca Juga: Klinik Anak untuk Tumbuh Kembang Buah Hati

  • Pastikan si kecil tidak kekurangan cairan atau dehidrasi dan berikan asupan cairan lebih sering dari biasanya. Bayi usia 6 bulan ke bawah hanya diperbolehkan minum ASI atau susu formula. Air putih bisa diberikan bila si kecil sudah berusia di atas 6 bulan.
  • Untuk meredakan demamnya, bunda bisa memberikan obat penurun demam yang diresepkan dokter, dapat juga memberikan kompres pada dahi, ketiak, dada, dan selangkangan anak.
  • Memberikan makanan yang kaya akan nutrisi, terutama yang tinggi protein.
  • Pastikan si kecil cukup istirahat.

Langkah Pencegahan DBD pada Anak

WHO menyatakan bahwa vaksinasi perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Sayangnya, di Indonesia vaksin DBD belum masuk ke dalam program imunisasi nasional yang disediakan di Puskesmas. Saat ini, vaksin DBD hanya bisa didapatkan di beberapa klinik atau rumah sakit tertentu.

Berdasarkan hasil penelitian, vaksin DBD paling efektif bila diberikan pada anak usia 9–16 tahun sebanyak 3 kali, dengan jarak pemberian vaksin selama 6 bulan.

Selain vaksinasi, langkah lain yang tak kalah penting adalah mencegah gigitan nyamuk yang bisa membawa virus dengue. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan di rumah:

  • Pasang kawat antinyamuk pada pintu atau jendela.
  • Pakaikan anak baju dan celana yang tertutup, serta gunakan kaus kaki saat pergi keluar rumah.
  • Gunakan kelambu untuk menutupi tempat tidur anak.
  • Gunakan obat nyamuk sesuai petunjuk. Pilihlah yang mengandung DEET atau minyak lemon eucalyptus.
  • Batasi waktu anak untuk keluar pada jam-jam sekitar fajar dan senja.
  • Keringkan genangan air di lingkungan rumah.
  • Kuras wadah-wadah berisi air, seperti bak mandi dan vas bunga, dan sikat dindingnya untuk menghilangkan jentik-jentik nyamuk.

Baca Juga: Konsultasi Kesehatan Anak ke Poli Anak

Demam berdarah dapat menyerang orang dewasa maupun anak-anak, terutama dalam musim hujan. Segera reservasikan diri atau anak Anda pada unit medis terdekat setelah gejala pertama untuk mendapatkan penanganan terbaik. Untuk penanganan tercepat, pahami jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan temukan waktu terbaik bagi Anda. Lebih lanjut, Anda juga dapat mengunjungi laman informasi kami untuk menemukan layanan-layanan kesehatan lainnya.

Bagikan Artikel Ini: