RS Bunda Group

Berita & Artikel

Pemeriksaan Pendengaran Pada Bayi dan Anak

  • Beranda
  • Pemeriksaan Pendengaran Pada Bayi dan Anak

Pendengaran merupakan salah satu faktor yang berkontribusi dalam perkembangan bicara dan bahasa pada anak. Adanya gangguan pendengaran pada anak, dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Berbagai pemeriksaan pendengaran dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran, baik pemeriksaan secara subjektif ataupun objektif.

Baca Juga: Anak Pendiam dan Susah Bergaul? Kenali Penyebabnya

Beberapa pemeriksaan objektif sistem pendengaran yang dapat dilakukan terhadap anak, adalah:

1. Timpanometri

Pemeriksaan timpanometri dapat menunjukkan mobilitas gendang telinga dan kondisi telinga tengah. Hasil pemeriksaan direpresentasikan dalam bentuk grafik (timpanogram) dan tipe timpanogramnya.

2. Otoacoustic Emissions (OAE)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai respons rumah siput (koklea) terhadap adanya stimulasi suara.

Hasil pemeriksaan OAE akan dibaca PASS atau REFER.

Umumnya pemeriksaan OAE dilakukan untuk tujuan:

Baca Juga: Anak Menelan Benda Asing? Lakukan Langkah Berikut

  • Penapisan (skrining) pendengaran bayi baru lahir dan anak,
  • Pemantauan terhadap pasien yang menggunakan obat yang bersifat ototoksik (obat
  • yang menyebabkan gangguan pendengaran),
  • Deteksi dini gangguan dengar akibat bising, proses menua atau penyebab lain.

3. ABR (Auditory Brainstem Response) atau BERA (Brainstem Evoked Respons Audiometry)

Pada prosedur pemeriksaan ini, diberikan rangsangan bunyi di telinga untuk kemudian dinilai potensial listrik di otak yang direkam dengan elektroda di permukaan kulit kepala. Dalam prosesnya, pasien harus dalam keadaan rileks untuk menghindari pemetaan gelombang yang tidak sesuai. Pada bayi dan anak, dokter dapat memberikan obat sedatif agar didapatkan hasil
pemeriksaan dengan akurasi tepat.

Hasil pemeriksaan BERA berupa gelombang yang menunjukkan fungsi elektrofisiologis bagian tertentu di sistem saraf pendengaran.

Tes ini biasanya dilakukan pada bayi, anak-anak yang belum paham instruksi, pasien dewasa yang tidak kooperatif, atau pasien dewasa yang hasil tes audiometri nada murninya dinilai tidak valid.

4. ASSR (Auditory Steady State Response)

Prosedur pemeriksaan ASSR sama dengan tes ABR, dan merupakan kesinambungan dengan tes ABR. Dengan pemeriksaan ASSR didapatkan ambang respons pendengaran terhadap berbagai frekuensi bunyi yang diberikan. Oleh karena itu pemeriksaan ini sangat berguna sebagai patokan untuk fitting alat bantu dengar.

Baca Juga: Hernia Lipat Paha Pada Anak

Rumah Sakit Umum Bunda Margonda telah memiliki fasilitas pemeriksaan pendengaran yang lengkap bagi bayi dan anak, demikian juga untuk orang dewasa. Berbagai pemeriksaan tersebut menyesuaikan kasus dan kebutuhan yang diperlukan untuk penegakkan diagnosis yang dilakukan Dokter Spesialis THTBKL (Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher) bersama tenaga profesional di bidangnya. Jangan ragu untuk memeriksakan anak anda sedini mungkin, apalagi jika sudah ada kecurigaan anak mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa.

dr. Adeline Eva, Sp.THTBKL  – Dokter Spesialis THT RSU Bunda Margonda

Jadwal Praktek :

Senin, Kamis, Sabtu : 17.00 – 19.00

Rabu & Jum’at : 14.00 – 16.00

Bagikan Artikel Ini: