Serangan jantung mendadak bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal umur dan jenis kelamin. Kematian mendadak sering disebabkan oleh penyakit ini, karena penyebab serangan jantung sendiri dapat datang dari faktor yang tidak terduga. Dengan demikian, begitu Anda mengalami atau mendapati orang di sekitar Anda menderita serangan jantung ini, segera hubungi IGD RS Bunda Group yang siap melayani kasus Anda.
Baca Juga: Tes Kesehatan Jantung Anda dengan Teliti di Bunda Heart Center
Dalam kasus serangan jantung, penderita bisa mengalami kematian secara mendadak bahkan tidak lebih dari 1 jam dari gejala yang pertama kali muncul. Hingga saat ini, ada 75% kasus kematian yang muncul karena serangan jantung mendadak.
Penyebab penyakit ini dapat berasal dari penyakit jantung koroner hingga kardiomiopati (kelainan otot jantung, serta Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia. Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy (ARVC) merupakan salah satu penyebab serangan jantung mendadak pada orang dewasa, bahkan yang tampak yang sehat sekalipun. ARVC merupakan turunan dari Cardiomyopathy yang muncul dengan gangguan Aritmia Ventri dan tidak berfungsinya Ventri secara perlahan dan progresif.
Serangan Jantung Mendadak
Kondisi ini adalah gejala medis yang berbahaya dan darurat. Serangan jantung mendadak seringkali merupakan pertanda terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Hal tersebut sangat membahayakan nyawa karena jantung kekurangan suplai oksigen.
Baca Juga: 8 Penyebab dan Cara Meredakan Jantung Berdebar Kencang Tiba-tiba
Sebagian besar kasus ini juga terjadi pada penderita penyakit aterosklerosis, penyakit yang terjadi saat pembuluh darah arteri mulai menyempit dan mengeras. Hal tersebut dapat terjadi karena timbunan plak dari berbagai zat (termasuk kolesterol) yang terlalu banyak dan membentuk lapisan plak.
Penyempitan oleh pembuluh inilah disebut dengan aterosklerosis. Bila dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan masalah pada pembuluh darah koroner. Kemudian terjadilah serangan jantung mendadak yang mematikan. Berdasarkan tingkat keparahannya, berikut 2 jenis serangannya:
- STEMI, tingkat serangan parah. Karena terjadi pembekuan darah yang menyebabkan arteri tersumbat dan membuat otot jantung lemah dan berhenti karena tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Sehingga dapat menyebabkan kematian.
- NSTEMI, kondisi ini terjadi saat sebagian arteri manusia tersumbat. Dengan begitu otot jantung masih menerima darah, meski terbatas sehingga tidak begitu mematikan.
Terdapat banyak pemicu seseorang memiliki risiko serangan jantung mendadak. Bisa jadi karena pola hidup tidak sehat. Misalnya kebiasaan minum alkohol, makan makanan berlemak terlalu banyak, hipertensi, diabetes, merokok, dan sebagainya.
Gejala Serangan Jantung Mendadak
Gejala serangan jantung mendadak bermacam-macam, dan tidak sedikit beberapa gejalanya terasa seperti gejala penyakit biasa sehingga seringkali tidak segera mendapatkan penanganan. Berikut ini adalah sejumlah gejala yang perlu yang Anda perlu waspadai:
1. Sering Pingsan
Penderita mulanya akan mengalami sering pingsan secara berulang. Ini disebut juga dengan sinkop. Umumnya ini terjadi karena otak kekurangan suplai darah, sehingga mengakibatkan serangan jantung mendadak.
2. Nyeri Dada Terus Menerus
Pertanda lainnya terlihat ketika seseorang mengalami nyeri dada secara terus menerus, bahkan saat tidak melakukan kegiatan atau istirahat. Saat hal tersebut terjadi, Anda perlu melakukan tes EKG agar dapat langsung mendeteksi pergerakan jantung.
3. Sesak Napas tanpa Pemicu
Umumnya beberapa orang akan mengalami sesak nafas ketika melakukan kegiatan berat, seperti saat sedang memanjat gunung dan berolahraga. Namun bila saat istirahat terjadi hal serupa, bahkan semakin intens, artinya ada risiko untuk mengalami serangan jantung mendadak.
4. Jantung Berdebar
Jantung berdebar-debar (palpitasi) merupakan salah satu pertanda dari serangan jantung mendadak. Ini terjadi karena detaknya tidak teratur. Bila Anda rentan mengalami palpitasibahkan ketika sedang bersantai, sebaiknya segera cek kesehatan.
5. Lemas
Pusing dan sering merasa lemah dan lelah juga termasuk gejala yang wajib diwaspadai. Biasanya hal tersebut adalah isyarat bahwa serangannya semakin berkembang sehingga penderita perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi.
Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan ketika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami kondisi serupa. Tentunya ada langkah-langkah khusus yang perlu dilakukan ketika mengalami serangan mendadak sehingga kondisi penderita tidak bertambah parah dan dapat menekan risiko-risiko yang ada.
Pertolongan Pertama
Bila Anda melihat ada orang di sekitar mengalami gejala-gejala di atas secara mendadak, maka perlu pertolongan khusus sehingga serangannya tidak semakin parah. Berikut adalah pertolongan pertama melihat dari kondisi kesadarannya.
1. Pada Orang yang Sadar
Bila Anda melihat seseorang mengalami serangan jantung mendadak dalam kondisi sadar, maka pertolongan pertamanya adalah tenangkan penderita terlebih dulu. Setelah itu hubungi ambulans atau unit gawat darurat agar dapat segera mendapatkan penanganan profesional. Setelah itu lakukan:
- Sambil menanti ambulans, bantu penderita duduk di lantai, kursi, atau bisa juga bersandar dinding dulu. Akan lebih aman bila duduk di lantai saja untuk meminimalisir terjadinya cedera ketika tiba-tiba pingsan.
- Longgarkan semua baju yang sedang digunakan saat terjadi serangan jantung mendadak. Bila penderita mempunyai obat nitrogliserin dari dokter, maka berikan langsung dengan menaruh tabletnya tepat di bawah lidah.
Baca Juga: Serangan Jantung Disebabkan oleh 10 Hal Tak Terduga: Gejala dan Faktor
2. Pada Orang yang Kehilangan Kesadaran
Untuk penderita yang mengalami kehilangan kesadaran, sebaiknya segera hubungi ambulans dan baringkan mereka. Baringkan di area datar dan lakukan resusitasi jantung paru (CPR atau upaya pemberian napas buatan). Bila tidak memungkinkan, lakukan kompresi dada dengan:
- Taruh 1 telapak tangan di tengah dada penderitanya, sedangkan sisanya ditaruh atasnya. Kemudian eratkan jari kedua tangannya dan tekan dadanya. Setidaknya 5 cm ke bawah dan lepaskan. Lakukan berulang.
- Bisa melakukannya 100-120 kali setiap menit sampai ada pertolongan datang atau muncul respon dari penderitanya. Bila di area sekitar ada alat AED, gunakan saja dan ikuti panduan suaranya untuk penggunaannya.
- Selanjutnya bawa korban ke IGD RSU Bunda terdekat. Namun bila yang mengalami serangannya Anda sendiri, maka hentikan aktivitas. Kemudian cari posisi aman dan minum aspirin atau nitrogliserin sebelum menghubungi ambulans.
Baca Juga: Cek Kesehatan Jantung dengan CT Calcium Score di Bunda Heart Center
Meski terlihat mematikan, penderita penyakit ini masih bisa diselamatkan nyawanya bila ditangani oleh professional seperti layanan darurat IGD RS Bunda Group. Untuk perawatan lebih lanjut, reservasikan penanganan dengan dokter dari jadwal yang tersedia. Kunjungi juga laman informasi untuk layanan kesehatan lainnya.