RS Bunda Group

Berita & Artikel

Tes Kesehatan Jantung Anda dengan Teliti di Bunda Heart Center

  • Beranda
  • Tes Kesehatan Jantung Anda dengan Teliti di Bunda Heart Center
tes-kesehatan-jantung-anda-dengan-teliti-di-bunda-heart-center-rs-bunda-grup

Tes kesehatan jantung merupakan salah satu evaluasi kesehatan yang sangat penting, terutama jika Anda mulai memasuki usia di atas 35 tahun. Dalam era pandemi dan maraknya program WFH (Work From Home), banyak warga yang jarang bergerak karena sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan hanya dengan duduk di depan laptop. Makanan cepat saji dan gorengan juga sangat mudah diperoleh hingga semakin sering dikonsumsi.

Baca Juga: Cek Kesehatan Jantung dengan CT Calcium Score di Bunda Heart Center

Untuk menyeimbangi gaya hidup ini, Anda perlu aktif bergerak dan mulai mengonsumsi makanan bernutrisi dan penuh serat, mengurangi rokok, dan rutin melakukan evaluasi kesehatan seperti tes kesehatan jantung. Dengan perkembangan teknologi saat ini, Anda dapat menggunakan dua tipe tes kesehatan yaitu dengan teknik Invasif dan Non Invasif.

8 Jenis Tes Kesehatan Jantung Non Invasif

Teknik pemeriksaan kesehatan jantung dilakukan dengan cara tanpa sayat atau Non Invasif. Berikut ini 8 jenis teknik Non Invasif yang bisa Anda coba untuk mengecek kesehatan jantung.

Baca Juga: Waspada! Kenali 13 Gejala Serangan Jantung Sebelum Terlambat

1. Elektrokardiogram

Pemeriksaan kesehatan jantung yang pertama bisa dilakukan dengan cara elektrokardiogram (EKG). Teknik ini dilakukan dengan cara menempelkan 12-15 elektroda ke permukaan kulit pasien untuk merekam aktivitas listrik jantung agar dapat dicetak di kertas.

2. Ekokardiografi

Teknik pemeriksaan kedua dilakukan dengan memberikan gel pada dada pasien untuk mendeteksi pergerakan jantung yang akan terlihat di monitor. Tipe lain dari teknik ini adalah teknik ekokardiografi transesofagus dimana alat dimasukkan lewat kerongkongan pasien untuk mendeteksi jantung.

3. Uji Tekanan atau Stress Test

Pasien akan diminta beraktivitas di bawah evaluasi untuk mendapatkan data dari aktivitas yang dilakukan. Nantinya pasien akan tersambung dengan EKG untuk mengecek tekanan darah pasien untuk melihat  irama jantung selama aktivitas.

4. Holter Monitoring

Tes kesehatan jantung yang keempat menggunakan dilakukan dengan cara memantau pasien dengan menggunakan monitor Holter. Pasien akan dipantau selama 1-2 hari dengan monitor Holter untuk melihat apakah jantung dalam kondisi baik atau tidak.

5. Tilt-table Test

Teknik pemeriksaan ini dinilai lebih unik karena pasien diminta untuk berbaring di kasur dan kasur tersebut akan ditegakkan dengan posisi pasien masih tidur di atasnya. Dokter kemudian akan mengecek tekanan darah, irama jantung dan kadar oksigen ketika posisi tempat tidurnya diubah.

6. Rontgen Dada

Rontgen bisa digunakan untuk menghasilkan gambar digital dari dalam tubuh manusia. Teknik ini bisa dilakukan dengan cara pasien menahan napas kalau detak jantung dilihat dengan Rontgen.

7. CT Scan Jantung

Pemeriksaan kesehatan organ dalam yang dilakukan dengan cara scan juga bisa dilakukan dengan alat ini. Pasien akan diminta untuk berbaring dan dimasukkan ke dalam alat khusus berbentuk lingkaran untuk di scan secara menyeluruh.

8. MRI Jantung

Teknik pemeriksaan MRI Jantung dilakukan dengan cara memasukkan pasien ke dalam alat pemeriksaan. Nantinya pasien akan diberi earplug oleh dokter karena di dalam alatnya akan sangat berisik. Teknik ini mengandalkan sonar seperti scan untuk pengecekan tubuh.

Dokter biasanya menyuntikkan serum cairan kontrak ke dalam pasien agar pengecekan bisa lebih bagus dengan gambar yang jelas. Pasien juga biasanya diberi kesempatan untuk tahan napas selama proses scan berlangsung.

Baca Juga: 8 Penyebab dan Cara Meredakan Jantung Berdebar Kencang Tiba-tiba

Melakukan Tes Kesehatan Jantung dengan Pemeriksaan Invasif

Pemeriksaan Invasif memiliki dua jenis tes pemeriksaan, yakni Angiografi Koroner dan Elektrofisiologi Jantung. Angiografi Koroner dilakukan dengan cara memasukkan selang tipis ke dalam tubuh pasien lewat pembuluh darah dengan bantuan rontgen dan cairan kontras. Tujuannya adalah untuk melihat gambaran pembuluh koroner jantung. Sedangkan teknik lainnya yaitu elektrofisiologi jantung, dilakukan dengan cara memasukkan elektroda ke jantung dari jalur kateter. Dalam medis kateter ini juga bisa disebut selang tipis untuk operasi.

Penjelasan Singkat tentang Tes Kesehatan Jantung

Pada dasarnya pemeriksaan jantung itu bisa dilakukan setelah dokter menyetujui jika pasiennya mampu. Hal yang diperhatikan untuk memastikan kesiapan pasien adalah kadar kolesterol, kadar protein C-reaktif (CRP), tekanan darah dan riwayat kesehatan sebelum melakukannya.

Semua hal itu perlu diperhatikan supaya pasien siap untuk menjalani beberapa tes. Persiapan ini perlu dilakukan karena adanya efek samping yang ditimbulkan setelah menjalani tes. Beberapa efek samping yang sering dialami oleh pasien adalah sebagai berikut:

  • Mengalami ruam di area kulit bekas pemasangan elektroda EKG atau stres tes.
  • Mengalami mual, tekanan darah rendah sementara dan muntah setelah jalani Tilt table test.
  • Mendapatkan sisa cairan kontras di dalam tubuh sehingga bisa merasakan alergi atau kerusakan ginjal.
  • Infeksi, memar, kerusakan pembuluh darah atau pendarahan setelah masuknya kateter.
  • Gangguan irama jantung akibat setelah tes.
  • Penggumpalan darah dan stroke.

Baca Juga: Serangan Jantung Disebabkan oleh 10 Hal Tak Terduga: Gejala dan Faktor

Semua gangguan jantung itu bisa terjadi ketika dokter tidak mempersiapkan pasiennya dengan baik. Periksakan diri Anda ke unit medis khusus jantung untuk pemeriksaan mendetail seperti Bunda Heart Center di RSU Bunda Jakarta. Ketahui jadwal dokter di unit-unit RS Bunda Group sekitar Anda dan reservasi kunjungan Anda di sini. Demi kemudahan Anda dan keluarga, kunjungi juga laman informasi kami untuk mendapatkan layanan-layanan RS Bunda Group selengkapnya mengenai layanan kesehatan lainnyan sesuai kebutuhan Anda.

Bagikan Artikel Ini: